tokomodemku Posted on 7:43 am

Tujuan Pemeriksaan Fisik

Tujuan Pemeriksaan Fisik

            Secara umum, pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan:

  1. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien.
  2. Untuk menambah, mengkonfirmasi, atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan.
  3. Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan.
  4. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan.
  5. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan.
  6. Namun demikian, masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik.
  1. Manfaat Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat, baik bagi perawat sendiri, maupun bagi profesi kesehatan lain, diantaranya:

Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan.

Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien.

Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat

Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan

  1. Indikasi

Mutlak dilakukan pada setiap klien, pertama pada:

  1. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat.
  2. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat.
  3. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien
  4. Prosedur pemeriksaan fisik

            Persiapan

  1. Alat

Meteran, Timbangan BB, Penlight, Stetoskop, Tensimeter/spighnomanometer, Thermometer, Arloji/stopwatch, Refleks Hammer, Otoskop, Handschoon bersih ( jika perlu), tissue, buku catatan perawat.

Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa.

  1. Lingkungan

Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman, hangat, dan cukup penerangan. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien

  1. Klien (fisik dan fisiologis)

       Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks.

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/