tokomodemku Posted on 9:48 am

Tujuan Hukuman

Tujuan Hukuman

Tujuan utama dari penetapan dan penerapan hukuman dalam syariat islam adalah sebagai berikut:

  1. Pencegahan

Pencegahan adalah menahan orang yang berbuat jarimah agar ia tidak mengulangi perbuatan jarimahnya atau agar ia tidak terus menerus melakukan jarimah tersebut. Dan mencegah orang lain selain pelaku untuk tidak ikut-ikutan melakukan jarimah, sebab ia bisa mengetahui bahwa hukuman yang dikenakan kepada pelaku juga akan dikenakan terhadap orang lain yang juga melakukan perbuatan yang sama.

  1. Perbaikan dan Pendidikan

Tujuan yang kedua  dari penjatuhan hukuman adalah mendidik pelaku jarimah agar ia menjadi orang yang baik dan menyadari kesalahannya. Dengan adanya hukuman ini diharapkan akan menimbulkan dalam diri si pelaku suatu kesadaran bahwa ia menjauhi jarimah bukan karena takut akan hukuman melainkan karena kesadaran diri dan kebenciannya terhadap jarimah serta dengan harapan mendapat ridha dari Allah.[5]

  1. Untuk memelihara masyarakat, dalam kaitan ini pentingnya hukuman bagi pelaku jarimah sebagai upaya menyelamatkan masyarakat dari perbuatanya. Dengan demikian, hukuman itu pada hakikatnya adalah obat untuk menyembuhkan penyakit yang diderita si pelaku kejahatan agar masyarakat terhindar dari penyebaranya. Walaupun pada kenyataanya, hukuman itu merupakan penderitaan bagi yang berbuat kejahatan.
  2. Hukuman sebagai balasan atas perbuatan. Pelaku jarimah akan mendapat balasan atas perbuatan yang dilakukannya. [6]

Menurut H. Zaenuddin Ali bahwa tujuan hukum pada umumnya adalah untuk menegakkan keadilan berdasarkan kemauan sang pencipta manusia sehingga terwujud ketertiban dan ketentraman masyarakat. Hal ini berdasarkan dalil hukum yang bersumber dalam Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 65:

Ÿxsù y7În/u‘ur Ÿw šcqãYÏB÷sム4Ó®Lym x8qßJÅj3ysム$yJŠÏù tyfx© óOßgoY÷t/ §NèO Ÿw (#r߉Ågs† þ’Îû öNÎhÅ¡àÿRr& %[`tym $£JÏiB |MøŠŸÒs% (#qßJÏk=|¡ç„ur $VJŠÎ=ó¡n@ ÇÏÎÈ

Artinya: Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Sedangkan tujuan hukum islam dilihat dari ketetapan hukum yang dibuat oleh Allah dan Nabi Muhammad yaitu:

  1. Untuk kebahagian hidup manusia didunia dan diakhirat kelak.
  2. Untuk kemaslahatan hidup manusia baik jasmani maupun rohani, individu maupun masyarakat.[7]

baca juga :