tokomodemku Posted on 4:04 pm

Sistem Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib

Sistem Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib

Sudah diketahui bahwa Ali binAbi Thalib memiliki sikap yang kokoh, kuat pendirian dalam membela yang hak. Setelah dibaiat sebagai khalifah, dia cepat mengambil tindakan. Dia segera mengeluarkan perintah yang menunjukan ketegasan sikapnya.

Langkah awal yang dilakukan khalifah Ali adalah menghidupkan kembali cita-cita Abu Bakar dan Umar, ia menarik kembali semua tanah dan hibah yang telah dibagikan Utsman kepada kerabat dekatnya menjadi milik negara. Ali juga melakukan pemecatan semua gubernur yang tidak disenangi oleh rakyat. Ia juga membenahi dan menyusun arsip Negara ubntuk mengamankan dan menyelamatkan dokumen-dokumen khalifah dan kantor sahib-ushsurtah, serta mengkoordinir polisi dan menetapkan tugas-tugas mereka.

Ali juga memindahkan pusat kekuasaan Islam ke kota Kuffah. Sejak itu berakhirlah.  Madinah sebagai ibukota kedaulatan Islam dan tidak ada lagi khalifah yang berkuasa berdiam disana. Sekarang Ali tidak bermukim secara tetap di Khuffah, dia pergi ke sana hanya untuk menegakkan kekuasaanya, sebagaimana ditujukkan oleh jasa pemukimannya yang ada diluar kota itu. Pada saat yang sama dia melakukan perpindahan-perpindahan untuk menengkkan kedudukannya dibeberpa provinsi di dalam kerajaannya.

  1.  Masa Akhir Jabatan Ali bin Abi Thalib

Ali dilanda dengan cobaan yang sangat berat dimana para pengikutnya telah banyak yang mebangkang, terjadinya pekanggaran hukum dan pengacauan berita perampasan, teror dan pembunuhan terjadi dimana-mana. Rakyat sudah tidak pernah tenag, semua  berda dalam kegelisahan. Toleransi yang telah ia berikan kepada Muwiyyah dan Khawarij telah melampaui batas. Tetapi saat itu sekelompok Khawarij memanfaatkan momentum musim haji tahun 40 H. Mereka melihat jamaah haji sudah bercerai berai. Golongan Muawiyyah melaksanakan shalat dengan iman sendiri begitu pula dengan golongan Ali dengan imam sendiri. Sudah sangat parah kondisinya saat itu. Khawarij yang tidak berhasil memerangi Muawiyyah dan Ali, mereka berniat melakukan pembunuhan terhadap biang keladi yang dianggap menimbulkan pertentangan dikalangan kaum muslimin, mereka adalah Ali, Muawiyyah, dan Amr bin As.

sumber :

https://goodluckdimsum.com/soccer-revolution-apk/