Sindir Gaya ABG yang Salah Arah

Sindir Gaya ABG yang Salah Arah

Sindir Gaya ABG yang Salah Arah

Sindir Gaya ABG yang Salah Arah
Sindir Gaya ABG yang Salah Arah

Seribu siswa-siswi SMA berkumpul di Nusantara V Gedung MPR RI, Jakarta Pusat,

dalam rangka kunjungan delegasi. Dalam acara tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengingatkan para siswa untuk mulai membiasakan ke sekolah berjalan kaki.

”Kita saat ini sudah meninggalkan budaya Indonesia. Seperti halnya dengan anak sekolah menggunakan motor. Di Purwakarta siapa yang naik motor ke sekolahnya terancam tidak naik kelas,” ujar Dedi yang mengenakan pakaian khas sunda berwarna putih saat memberikan sambutan, kemarin (24/11).

Ucapan Dedi itu pun langsung mendapat tepuk tangan meriah dari siswa yang hadir.

Dedi melanjutkan, bahwa gaya-gaya modern anak sekolah sekarang tidak terlihat di luar negeri.

”Di Jepang orang pakai kendaraan ada yang mengatur. Problem di Indonesia meninggalkan tradisi, dan memasukkan modern tapi meninggalkan konstitusi,” ujar Dedi.

Selain membicarakan soal anak sekolah dilarang membawa motor, Dedi juga membicarakan soal anak sekolah yang sudah merokok. Menurutnya, sebanyak 10 persen anak sekolah di Purwakarta sudah merokok.

”Sepuluh persen anak sekolah udah merokok. Saya sedih karena setiap bulan Pemda

memberikan subsidi Rp 1,2 juta. Subsidi Pemda disisiakan untuk beli rokok tiap hari, untuk beli pulsa. Subsidi yang seperti ini akan melahirkan orang yang malas yang bergantung pada subsidi,” terang Dedi.

Sebagai Bupati, Dedi juga telah mengeluarkan Peraturan Bupati no 69 Tahun 2015 yang berisikan setiap musim padi, siswa-siswi diliburkan. ”Peraturan itu dibuat jika musim padi, anak-anak nggak usah ke kelas. Mereka diharuskan menanam padi,” terangnya disambut tepuk tangan para siswa.

Hal itu dilakukan karena pelaku pertanian saat ini ialah orang-orang tua. Para siswa saat ini sibuk dengan merokok, sibuk dengan cabe-cabean.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-pertempuran-medan-area/