Sejarah Berdirinya kerajaan safawiyah
tokomodemku Posted on 9:05 pm

Sejarah Berdirinya kerajaan safawiyah

Sejarah Berdirinya kerajaan safawiyah

Sejarah Berdirinya kerajaan safawiyah

Diwaktu kerajaan Timurlak masih berkuasa

di negeri Ardabil telah timbul sebuah gerakan tasawuf, yang sangat teguh pemegang ajaran agama. Biasanya suatau pelajaran agama yang dipegang dengan fanatik, kerap kali menimbulkan keinginan akan berkuasa. Karena dengan merebut kekuasaan, dapatlah cita ajaran agama yang diyakininya itu dijalankan.

Mula tujuannya ialah memerangi orang ingkar, dan akhirnya memerangi golongan yang mereka namai “ahli-ahli bid’ah”. Di awal abad keempat belas telah sangat kuat gerakan tasawuf ini di Ardabil. Gurunyaialah syekh Ishak Syafiuddin, seorang guru sufiyah, berpindah dari tanah Arab sebelah selatan ke negeri Ardabil di Azerbiyan sebelah Timur. Beliau adalah keturunan dari Imam Syiah yang keenem, Musa Al-Kazim. Karena alimnya dan zahidnya, sangatlah beliau dihormati orang, sehingga diterima mennantu oleh seorang syekh yang terpandang pula di negeri itu. Yaitu Syekh Zahid Al-Jailani. Dan beliaupun diterima dan dihormati dalam majelis wajir  besar Rosyiduddin, wajir kerajaan Mongol. Kian lama muridnya kian banyak, dan tuan syekhpun puaslah dengan kehormatan ruhaniat yang diterimanya, dan tidaklah beliau mengharapkan kebesaran dunia, sampai kepada keturunannya yang ketiga. Tetapi cucunya Khoza Ali  mencapai kemasyhuranyang tinggi sekali, karena kebesaran pengaruhnya dalam pimpinan tasawuf mengakibatkan Timurlak mengakui kekuasaannya diatas tanah luas tempat muridnya berkumpul dari mana-mana yang dipusakainya dari nenek moyangngnya. Tetapi satu peraturan yang berlaku dalam susunan tarikat yang mereka anut memebuat keturunan tuan syekh lama-kelamaan dapat mencapai kekuasaan duniawi. Yaitu kalau seorang ayah mati, tidaklah tarikat diserahkan kepada barang siapa diantara muridnya yang paling cerdik, tetapi terserah kepada putranya yang ditentukannya.

Di negeri-negeri lain di luar Ardalbil, tuan Syeh itu menanam wakil yang kan memeimpin murid-muridnya. Wakil beliau bergelar “khalifah”.

Lama-kelamaan murid-murid tarikat itu telah berubah menjadi tentara yang teratur, fanantik terhadap kepercayaannya dan menentang setiap orang yang tidak mengikut pahamnya. Sama bencinya terhadap orang yang tidak bermazhab Syiah. Meskipun Islam juga dengan kebenciannya seperti kepada orang-orang nasrani sendidri. Kian lama mereka kian mengatur kekuasaan dandisiplin, hingga menimbulkan curiga pada pihak kerajaan yang berkuasa.

Melihat bahaya ini, maka pada tahun 1360 M pemimpinnya Syeh Shadruddin ibn Syekh Shafiuddin ditangkap dan dipenjarakan, dengan perintah dari wali-wali negeri Azerbiyan. Setelah yang berhak menggantikannya ialah putranya Syeh Junaid, tetapi berebut kuasa pula dengan pamannya jafar, sehingga terpaksalah syekh Junaid menyembunyikan diri ke Diarbekir. Tetapi sampai disana dia dapat mengumpulkan pengikutnya yang kian lama kian banyak. Apalagi dia mendapat bantuan pula dari Amir di Negeri itu dan dikawinkan dengan putrinya. Disana bertambah kembanglah tarikat yang dipimpinyya itu. Di tahun 1459 M. Dia pulang kembali kenegerinya, tetapi diusir oleh kerajaan Kara-Kiyunli. Di tahun 1460 M. Mangkatlah Syekh Junaid dalam satu peperangan di Furat Barat.

Setelah dia mangkat, isterinya melahirkan seorang putra diberi nama Haidar. Ouzon Hasan. Ayah dari ibunya telah mendidik dan mengasuhnya sampai dewasa dan sampai mampu memegang kendali pemerintahan pusaka ayahnya dan nenek moyangnya itu. di tahun 1470 M. Dalam usianya baru 10 tahun, Amir Ouzon Hasan telah mengantarnya kembali ke Ardadil. Setelah itu dikawinkan pula dengan cucunya. Maka pada tanggal 17 juli 1487 M lahirah putranya yang kedua, dinamai Ismail.

Ismail inilah yang dipandang sebagai pendiri yamg pertama dari kerajaan syafawiyah.

Syekh Haidar membuat perlambang baru dari pengikut tarikatnya, yaitu serban merah mempunyai 12 jambul, sebagai lambang dari pada 12 Imam yang diagungkan di dalam Mazhab Syiah Istana Asyriyah.

Dia wafat meninggalkan tiga orang putera. Pertama Sultan Ali, yang tewas pada satu peperangan, kedua Ismail dan ketiga Ibrahim. Oleh karena takut dianiya oleh musuh-musuh ayahnya, beberapa lamanya Ismail dan Ibrahim disembunyikan oleh pengikutnya

Ismail dihitung sebagai raja pertama dan pendiri kerajaan Iran (Persia) yang besar. Di waktu naik tahta kerajaan, usianya baru 13 tahun. Dan pengikutnya yang setia permulaannya adalah hanya 7 orang saja. Tetapi kekerasan hatinya telah dapat mengatasi kesulitan. Melihat bahaya yang akan menimpa, maka Sultan Ali Bey Caqarli, Sultan Turkman mengusirnya keluar dari Ardabil.

Maka pergilah ia ke Kizwin dabn disana berkumpullah pengikutnya yang kian lama kian banyak terutama dari bangsa Turki, sehingga di tahun 1500 M. Dia telah sanggup memaklumkan jihad terhadap orang Nasrani Gergia. Setelah itu diperanginyalah musuh nenek moyangnya hakim negeri Syirwan, sehingga negeri itu dapat dikalahkan. Melihat kemenangan ini, beberapa orang amir yang lain menjadi cemas, sehingga diperangilah ia.

Tetapi semuanya dapat diatasainya dan dikalahkannya, dan dimaklumkannya dirinya sebagai Raja besar dari negeri Iran (persia) dan pembela dari mazhab Syiah sedang uianya ketika itu baru 15 tahun.

Setlah itu diserangnya dan didudukinya bangku, dari sana dilancarkannya serangan ke Azerbiyan, untuk memerangi Khan Aga-Kiyunli. Di Tibriz dia mendapat sambutan yang baik dari ulama-ualama yang kebanyakan bermazhab Syiah. Sejak waktu itu mazhab Syiah dijadikan mazhab resmi bagi negeri Iran (persia).


Sumber: https://ntclibya.com/call-blocker-apk/