PPDB Jadi Ladang Bisnis

PPDB Jadi Ladang Bisnis

PPDB Jadi Ladang Bisnis

PPDB Jadi Ladang Bisnis
PPDB Jadi Ladang Bisnis

 Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Bekasi, diduga menjadi ajang

bisnis musiman bagi sejumlah oknum sekolah. Sejumlah orang tua wali murid mengaku dipintai sejumlah uang pada peroses pendaftaran.

Untuk memastikan kebenarannya, Radar Bekasi mendatangi SMPN 1 Cikarang Barat. Ya, sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah favorit di Cikarang Barat.

Pertama masuk di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Imam Bonjol II Kelurahan Telaga Asih, Kec. Cikarang Barat, keamanan sekolah atau security menunjukkan tempat verifikasi di ruang tunggu. Ketika masuk kedalam ruangan kelas yang telah disulap menjadi ruang tunggu tersebut tidak nampak aktivitas verifikasi.

Setelah mencoba untuk menunggu beberapa saat terlihat kumpulan warga di salah satu

ruangan yang posisinya persis di depan ruang tunggu namun tidak terlihat jelas dari bagian depan ruang tunggu.

Saat mencermati apa yang harus dipersiapkan tertulis di dinding ruangan, yakni pemberitahuan berkas yang harus dilengkapi oleh calon peserta PPDB seperti bukti pendaftaran online, surat keterangan lulus dari sekolah asal dan surat pernyataan pendaftaran melalui jalur zonasi jarak.

Tidak semua orang tua wali memahami bentuk dari surat pernyataan yang dimaksud

. Pasalnya tidak ada sosialisasi yang masif mengenai alur PPDB ini. Saat bertanya kepada saah satu petugas sekolah, petugas tersebut mengarahkan Radar Bekasi untuk menuju tempat fotokopi yang terletak di seberang sekolah untuk membeli surat pernyataan tersebut.

”Mas ke tukang fotokopi di depan sekolah, bilang beli surat pernyataan,” kata pria bertopi dinas tersebut.

Setelah mendapatkan surat pernyataan tersebut dengam membayar Rp500 ribu, kembali ke dalam sekolah diruangan yang sama. Ternyata didapati kuota verifikasi hari pertama itu sudah habis. Diketahui, SMPN 1 Cikarang Barat hanya menyiapkan 250 nomor antrian untuk verifikasi pendaftaran.

Pantauan Radar Bekasi sekitar 2 jam tepatnya sejak pukul 10:00 WIB, wali murid yang datang untuk mendaftarkan anaknya, tidak tampak antrian hingga ratusan, hanya puluhan termasuk yang terpaksa harus kembali karena kehabisan nomor antrian untuk verifikasi.

 

Baca Juga :