Perjanjian Dalam Arti Luas Dan Semit
tokomodemku Posted on 1:55 pm

Perjanjian Dalam Arti Luas Dan Semit

Perjanjian Dalam Arti Luas Dan Semit

Perjanjian Dalam Arti Luas Dan Semit

Perjanjian dalam arti luas

Menurut ketentuan pasal 1313KUHPdt bahwa :

“perjanjian adalah suatu suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkandirinya pada satu orang atau lebih lainnya”

Rumusan ketentuan pasal ini sebenarnya tidak puas, ketidak jelasan itu dapat dikaji dari beberapa rumusan Pasal 1313 KUHPdt, sebagai mana diuraikan berikut ini.

Lingkup perjanjian terlalu luas

Mencangkup jga perjanjian perkawinan yang bidang hukum keluarga. Padahal, yang dimaksud adalah hubungan antara debitor dan kreditor yang bersifat kebendaan. Perjanjian yang diatur dalam Buku IIIKUHPdt sebenarnya hanya dilingkupi perjanjian bersifat kebendaan, tidak melikupi perjanjian bersifat keorangan (Personal).

Perjanjian dalam arti sempit

Berdasar pada alasan-alasan yang diatur atas, konsep perjanjian dapat diartikan dalam arti sempit sebagai bertikut :

“perjanjian adalah perjanjian dengan mana dua pihak atau lebih saling mengikatkan diri untuk melakukan suatu hal yang bersifat kebendaan dibidang harta kekayaan”

Definisi dalam arti sempit ini jelas menunjukkan telah terjadi peraturan (persepakatan) antara pihak yang satu (kreditor) dan pihak lain (debitor) untuk melakukan suatu hal yang bersifat kebendaan (Zekelijk) sebagai objek perjanjian. Objek perjanjian tersebut dibidang harta kekayaan yang dapat dinilai dengan uang. Perjanjian perkawinan misalnya, tidak dapat dinilai dengan uang karena bukan hubungan mengenai suatu hal yang bersifat kebendaan, melainkan mengenai hal yang bersifat keorangan (persoonlijk) antara istri dengan suami dibidang moral.

Artikel terkait :