Pentingnya Quality Time Keluarga:Tanam Sekarang, Panen Kemudian

Pentingnya Quality Time KeluargaTanam Sekarang, Panen Kemudian

Pentingnya Quality Time Keluarga:Tanam Sekarang, Panen Kemudian

Pentingnya Quality Time KeluargaTanam Sekarang, Panen Kemudian
Pentingnya Quality Time KeluargaTanam Sekarang, Panen Kemudian

Berbagai alasan melatarbelakangi orang tua untuk bekerja.

Tidak bisa lama-lama bertemu buah hati bukan menjadi alasan lemahnya bonding. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan setiap interaksi.

—-

PSIKOLOG dan pakar parenting Asteria R. Simangunsong SPsi menuturkan, momen singkat pertemuan orang tua dan anak tetap bisa diwujudkan menjadi quality time.

”Kuantitas atau lamanya bertemu bukan masalah. Yang penting, orang tua ’hadir’ saat bersama anak. Bukan ada secara fisik, tapi sibuk sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, kehadiran ayah bunda dalam keluarga mutlak ada

. Bagaimanapun, orang tua punya kewajiban utama untuk mendidik si kecil. ”Mereka adalah ’pendidik pertama’ anak. Orang tualah yang mengarahkan karakter atau kebiasaan si kecil, yang bakal dibawa sampai besar,” tegasnya.

Hal itu juga ditegaskan Dra Dwi Sarwindah MSi. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) itu menekankan, si kecil mendapatkan sumber makanan moral dari ayah dan bundanya. Pelajaran tentang salah dan benar, boleh atau tidak, serta tata krama diperoleh si kecil lewat tindakan dan ucapan orang tua.

Untuk mengajarkan kebiasaan itu, orang tua tidak perlu meluangkan waktu khusus. Cukup dengan menjadi contoh. Sebab, anak-anak, khususnya usia prasekolah, merupakan peniru orang tua yang ulung.

Termasuk untuk detail yang kadang dianggap remeh. ”Misalnya,

tiap berangkat, ayah berpamitan kepada ibu. Anak akan belajar bahwa tiap akan ke luar rumah, harus pamit,” tutur perempuan yang akrab disapa Wendi tersebut.

Hal itu juga ditekankan dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Darmawan Muttaqin MA. Menurut dia, setiap orang tua bisa mendidik anaknya untuk memiliki karakter dan kebiasaan, terlepas dari kesibukannya.

”Kebiasaan bisa dirancang di rumah. Kegiatan kecil seperti buang sampah di tempatnya saja sudah jadi bentuk mendidik anak,” paparnya.

Darmawan menjelaskan, kegiatan sehari-hari bisa dimanfaatkan untuk menjalin kebersamaan dengan anak-anak. Sebab, quality time tidak melulu harus dihabiskan di luar rumah. ”Yang penting di momen itu, orang tua memberi perhatian dan genuine,” tegasnya.

Menurut dia, hal-hal yang ditanamkan ibu dan ayah semasa kecil bakal terbawa sampai anak besar. ”Apa yang diajarkan, itulah yang bakal dipanen. Maka, agar anak bisa tumbuh menjadi individu yang baik, orang tua pun harus baik,” imbuhnya. (*)

 

Baca Juga :