Pengertian Metode Ilmiah
tokomodemku Posted on 3:16 pm

Pengertian Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah
Pengertian Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan suatu cara yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan suatu permasalahan, serta menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur, dan terkontrol. Metode Ilmiah, yaitu gabungan antara dua pendekatan rasional(deduktif) dan pendekatan empiris (induktif). Metode Ilmiah, merupakan cara dalam memperoleh pengetahuan secara ilmiah.Descartes adalah pelopor dan tokoh rasionalisme. Menurut dia, rasio merupakan sumber dan pangkal dari segala pengertian. Hanya rasio sajalah yang dapat membawa orang pada kebenaran dan dapat memberi pimpinan dalam segala jalan pikiran.

Kaum rasionalis menggunakan metode deduktif. Dasar pikiran yang digunakan dalam penalarannya diperoleh dari ide yang menurut anggapannya sudah jelas, tegas dan pasti, dalam pikiran manusia.Kelemahan rasionalise yaitu bersifat abstrak, tidak dapat dievaluasi, kemungkinan dapat diperoleh pengetahuan yang berbeda dari obyek yang sama, cenderung bersifat subyektif dan solpsistik, yaitu hanya benar dalam kerangka pemikiran tertentu yang berbeda dalam otak orang yang berfikir tersebut.

Kaum empirisme berpendapat bahwa pengetahuan manusia tidak diperoleh lewat penalaran rasional yang abstrak, tetapi lewat pengalaman yang konkrit, berpegang pada prinsip keserupaan, pada dasarnya alam adalah teratur, gejala-gejala alam berlangsung dengan pola-pola tertentu. Dengan mengetahui kejadian masa lalu atau sekarang akan dapat diramalkan kejadian di masa datang. Kelemahannya belum tentu sistimatis, dan keterbatasan alat yang digunakan (misal panca indera).

Sikap ilmiah yang seharusnya dimiliki seorang peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yag baik dan hasil yang baik pula, peneliti harus memiliki sifat-sifat berikut :

1. Mampu mebedakan Fakta dan Opini

Fakta adalah kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmih dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalah pendapat pribadi seseorang yagn tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga di dalam melakukan studi kepustakaan, seorang peniliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opni agar penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggung jawabkan.

2. Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi

Peneliti yang baik sekaku mengedepankan sifat rendah hati ketika berada dalam satu ruang dengan orang lain. Begitu juga pada saat bertanya, beragumentasi, atau mempertahankan hasil penelitiannya akan senantiasa menjnjung tinggi sopan santun dan menghindari perdebatan secara emosional, tetai tetp berani mempertahankan kebenaran yang diyakininya karena bahwa pendapatnya sudah dilegkapi dengan fakta yang jelas sumbernya.

3. Mengembangkan keingintahuan

Peneliti yang bak senantiasa haus menuntut ilmu ia slalu berusaha memperluas pengetahuan wawasannya, tidak ingin ketinggalan informasi di segala bidang dan selalu berusaha mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin canggih dan mordern.

4. Kepedulian terhadap lingkungan

Dalam melakykan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduli terhadap lingkunngannya dan selalu berusaha agar penelitiannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukan sebaliknya, yaiut merusak lingkungan. Semua usaha dilakukan untuk melestarikan lingkungan agar bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

5. Berpendapat secara ilmiah dan kritis

Pendapat seorang peneliti yang baik selalu bersifat ilmiah dan tidak mengada-ada tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarnnya. Di samping itu, peneliti juga harus kritis terhadap permasalahan yang terjadi dan berkembang di sekitarnya.

6. Berkembang menusulkan perbaikan atas suatu kondisi dan bertanggung jawab terhadap usulannya

Peneliti yang baik senantiasa berani dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi yang harus dihadapinya jika sudah mengusulkan sesuatu. Usulan tersebut selalu diemban nya dengan baik dan diaksanakan semaksimal mungkin, kemudian diwujudkandalam bentuk nyara sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain.

7. Bekerja sama

Dalam kehidupan sehari-hari, peneliti yang baik mampu bekerja sama dengan orang lain dan tidak individualis atau memntingkan dirinya sendiri. Ia meyakinkan bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain sehingga keberadaannya senantiasa diharapkan oleh orang lain.

8. Jujur tehadap fakta

Peneliti yang baik mampu memerikan sebuah hasil penelitian yang sesuai dengan fakta yang ada dan tidak boleh memanipulasi fakta demi kepentingan penelitiannya karena penelitian yang baik harus berlandaskan pada studi kepustakaan yang benar agar kelak jika orang lain melakukan penelitian yang sama, didapatkan hasil yang sama pula. Apapun fakta yang diperolrhnya, ia harus yakin bahwa itulah yang sebenarnya.

9. Tekun

Sebuah penelitian kadang kala memerlukan waktu yang pendek untuk menghasilkan sebuah teori, tetapi kadang kala memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Seorang peneliti yang baik harus tekun dalam penelitian yang dilakukannya. Tidak boleh malas, mudah jenuh, dan ceroboh. Dengan demikian ia akan mendapakan hasil yang memuaskan.
Diantara berbagai prosedur pengembangan ilmu pengetahuan secara umum dapat mengikuti tahapan berikut secara dinamis. Tahapan tersebut adalah minimal dimulai dari melakukan prediksi, konfirmasi, menyusun prinsip, hukum, melakukan hipotesis atau dugaan sementara, sehingga dengan menggabungkan tahapan perlakuan tersebut kita dapat menarik kesimpulan. Kesimpulan tersebut berdasarkan fakta terprediksi dan observasi atau penelitian untuk melahirkan fakta, sehingga akan menghasilkan fakta baru yang akan dirumuskan dalam bentuk karangka konsep teori baru. Metode penemuan teori baru tersebut biasanya juga menerapkan prinsip induksi atau deduksi atau bahkan penggabungan kedua konsep tersebut, tergantung kondisi dan situasi bagaimana konsep teori baru tersebut, oleh karena setiap cabang ilmu kontennya berbeda-beda.


Sumber: https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/12-rahasia-penggunaan-facebook-yang-harus-anda-ketahui/