Pengertian Lafazh khash dan Metodenya
tokomodemku Posted on 4:40 am

Pengertian Lafazh khash dan Metodenya

Pengertian Lafazh khash dan Metodenya

Pengertian Lafazh khash dan Metodenya
Pengertian Lafazh khash dan Metodenya

Pengertian Lafazh khash

merupakan lawan dari lafazh ‘am. Yaitu :
الخاص هو الذي لا يستغرق الصالح له من غير حصر
“Lafazh khash adalah yang tidak mencakup semua apa yang pantas baginya tampa adanya pembatasan”.
Definisi senada juga dikemukakan oleh Musthafa Said Al Khin, bahwa yang di maksud lafazh khash adalah :
الخاص فكل لفظ وضع لمعنى واحدا معلوم على الافراد وهو ان يكون خصوص الجنس اوحصوص النوع او حصوص العين
“Al-khash adalah setiap lafazh yang digunakan untuk menunjukkan makna satu atas beberapa satuan yang di ketahui. Adakalanya dapat berbentuk jenis (pribadi), macam sesuatu, atau hakikat sesuatu”.

الخاص هو لفظ وضع للدلالة على فرد واحد.
“Al-Khash adalah lafazh yang digunakan untuk menunjukkan satu orang tertentu”.
Dari denifisi diatas dapat di pahami bahwa yang di maksud lafazh khash adalah lafazh yang di gunakan untuk memberi pengertian tertentu, baik menunjukkan pribadi seseorang, seperti lafazh Muhammad, macam sesuatu,seperti lafazh insanun (manusia), rojulun (seorang laki-laki) atau menunjukkan jenis sesuatu, seperti lafazh hayawanun (hewan).

Metode mengetahui lafazh khash

Berdasarkan definisi lafazh khash sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, maka lafazh khash dapat di ketahui dengan beberapa karakteristik, di antaranya :

Pertama

lafazh tersebut menyebutkan tentang nama seseorang, jenis, golongan, atau nama sesuatu. Seperti firman Allah SWT :
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُم
“Muhammad itu adalah rasul Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih bersama mereka…” (QS. Al-Fath/48:29).
Lafazh Muhammad pada ayat dia atas adalah lafazh khash, karena hanya menunjukkan satu pengertian, yaitu nabi muhammad saw.

Baca Juga: Ayat Kursi

Kedua

lafazh tersebut menyebutkan tentang jumlah atau bilangan tertentu dalam satu kalimat. Seperti firman Allah SWT :
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ
“Dan wanita-wanita yang di talak (oleh suaminya) hendaklah ia menahan diri (menunggu) selama tiga kali quru’. (QS. Al-baqarah/2: 228).
Ayat di atas menjelaskan bahwa iddah (masa menununggu) bagi seorang wanita yang ditalak suaminya adalah tiga kali quru’ (suci). Lafazh tsalatsah pada ayat tersebut merupakan lafazh khash, karena secara eksplesit ayat tersebut menyebutkan tentang jumlah atau bilangan tertentu, yaitu tsalatsah.

Ketiga

lafazh tersebut dibatasi dengan suatu sifat tertentu atau di idhofahkan. Seperti firman Allah SWT :
وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ
“Dan barangsiapa yang membunuh orang mukmin karena tersalah maka ia hendaklah memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman”. (QS. An-Nisa’/4: 92).
Lafazh raqabah mu’minah (hamba sahaya yang beriman) yang terdapat dalam ayat tersebut adalah lafazh khash,karena ia menunjukkan pada suatu jenis tertentu