Pendisiplinan Karyawan
tokomodemku Posted on 3:44 am

Pendisiplinan Karyawan

Pendisiplinan Karyawan

Pendisiplinan Karyawan

            Disiplin kerja dalam dunia kerja mempunyai peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi, karena dengan kedisiplinan organisasi akan lebih mudah dalam mewujudkan tujuan yang diinginkan. Karyawan yang mempunyai tingkat kedisiplin tinggi dalam bekerja, maka mereka akan bekerja secara efektif, efisien, dan produktif serta dapat memenuhi produk yang diharapkan oleh masyarakat. Menurut Meilany & Ibrahim (2015) mengungkapkan bahwa disiplin merupakan tindakan manajemen yang mendorong para karyawan mematuhi tuntutan berbagai ketentuan tersebut dengan kata lain pendisiplinan karyawan adalah suatu bentuk pelatihan yang berusahan memperbaiki dan membentuk pengetahuan sikap dan perilaku karyawan sehingga karyawan secara suka rela kooperatif dengan karyawan yang lain meningkatkan prestasi kerja. Mangkunegara (2015:129) menyatakan bahwa, disiplin kerja adalah sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja merupakan kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku karyawan agar sesuai dengan pedoman atau aturan-aturan yang berlaku dalam organisasi.

            Pelaksanaan pendisiplinan karyawan di MAN 1 Malang dilakukan dengan memberitahukan peraturan-peraturan apa saja yang harus ditaati selama bekerja di sekolah tersebut. Jika terdapat guru dan karyawan yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan maka akan dikenai sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Misalnya guru atau karyawan yang terlambat datang ke sekolah akan dikenai sanksi pemotongan uang tunjangan yaitu sebesar Rp 25.000,00, sedangkan guru yang tidak masuk bekerja atau bolos dikenai sanksi yang serupa dengan jumlah sebesar Rp 60.000,00. Peraturan tersebut berlaku untuk semua guru dan karyawan baik guru tidak tetap maupun guru PNS. Bagi guru yang sering melakukan pelanggaran akan diberi peringatan secara langsung oleh kepala sekolah bagi guru PNS dan kepala tata usaha bagi guru tidak tetap. Jika hal tersebut masih berlanjut maka pemberian sanksi dapat berupa pemutasian pegawai hingga pemutusan kerja. Selain itu, pendisiplinan pegawai juga berasal dari diri para guru dan karyawan itu sendiri. Bila terdapat hal-hal yang tidak mereka senangi dalam bekerja mereka berusaha mengatasinya dengan mencoba menerima pekerjaannya dengan lapang dada. Hal ini sering terjadi pada saat perpindahan tugas atau jabatan di sekolah. Misalnya guru yang awalnya menjadi ketua dari tim pendisiplinan mengenai tata tertib sekolah berpindah menjadi ketua UKS, hal ini membuat guru mau tidak mau harus melakukan adaptasi dan mempelajari lebih lagi mengenai bidang yang diembannya sekarang. Hal tersebut sesuai dengan teknik disiplin dengan mendisiplinkan diri menurut Mangkunegara (2015:136) yaitu usaha seseorang dalam mengendalikan reaksi mereka terhadap keadaan yang tidak mereka senangi, dan usaha seseorang untuk mengatasi ketidak senangan itu. Dengan menerapkan kedisiplinan yang baik pada karyawan dapat menumbuhkan rasa tanggungjawab karyawan akan tugas-tugas yang diberikan kepadanya serta dapat mendorong gairah kerja, semangat kerja, efisiensi, dan efektivitas kerja sehingga dapat berdampak pada output yang dihasilkan.

baca juga :