Macam-Macam Perulangan
tokomodemku Posted on 10:22 am

Macam-Macam Perulangan

Macam-Macam Perulangan

Macam-Macam Perulangan
Macam-Macam Perulangan

FOR … TO … DO… dan FOR … DOWNTO … DO…

Bentuk umum :

FOR pengubah:=ungkapan1 TO ungkapan2 DO Statemen;

dan

FOR pengubah:=ungkapan1 DOWNTO ungkapan2 DO Statemen;

dimana,
pengubah : suatu pengubah yang disebut pengubah kendali, dapat berupa pengenal dari tipe integer, char, boolean atau tipe terbilang.
ungkapan1 : nilai awal pengubah
ungkapan2 : nilai akhir pengubah
Beberapa aturan yang harus dipenuhi :
– Pengubah, ungkapan1 dan ungkapan2 harus mempunyai tipe data yang sama
– Pada kalang TO ungkapan1
– Pada kalang DOWNTO ungkapan1>ungkapan2

Contoh 1 : Program untuk menghitung jumlah n bilangan pertama dan jumlah
kuadrat n bilangan pertama
Program jumlahKuadrat;
Uses crt;
Var jumlah, jmlkuadrat,i,n : integer;
begin
clrscr;
Write(‘Banyak n bilangan yang akan diproses’);
readln(n);
jumlah:=0;
jmlkuadrat:=0;
for i:=1 to n do
begin
jumlah:=jumlah+i;
jmlkuadrat:=jmlkuadrat + i*i;
writeln(‘Jumlah ‘,i:2,’ bilangan pertama
= ‘,jumlah:5);
writeln(‘Jumlah Kuadrat ‘,i:2,’ bilangan pertama
= ‘,jmlkuadrat:5);
end;
readln;
end.

Contoh 2 : Mencetak abjad dengan urutan terbalik dari z…a
Program tulisabjad;
Uses crt;
Var karakter : char;
Bahasa Pemrograman Pascal
Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD
64
begin
clrscr;
for karakter:= ‘z’ downto ‘a’ do
write(karakter:2);
readln;
end.

Contoh 4 :
Bilangan Fibonacci memiliki rumusan : Fi = Fi-1 + Fi-2 Suku ke-1 merupakan penjumlahan bilangan Fibonacci suku ke-(i-1) dan suku ke- (i-2), dengan bilangan pada suku pertama dan suku kedua didefinisikan sama dengan satu.
Program Fibonacci;
Uses crt;
Var i,n,f,f1,f2 : integer;
begin
clrscr;
writeln(‘Ingin mencetak bilangan Fibonacci’);
write(‘sampai suku ke-‘);
readln(n);
writeln;
writeln(‘Suku ke- 1 = ‘,1);
writeln(‘Suku ke- 2 = ‘,1);
f1 :=1; f2:=1;
for i:=3 to n do
begin
f:=f1+f2;
writeln(‘Suku ke- ‘,i:2,’ = ‘,F:3);
f2:=f1; f1:=f;
end;
readln;
end.

While .… Do…. dan Repeat …. Until ….

bentuk umum:

WHILE kondisi DO
Statemen

dimana,
kondisi : adalah ungkapan boolean yang digunakan sebagai syarat agar statemen dikerjakan berulang kali
statemen : adalah pernyataan tunggal atau pernyataan majemuk yang akan diproses ulang.

Contoh 1 : Jumlah deret n bilangan asli pertama
Program Jumlah_Deret;
Uses crt;
Var n, jumlah, pencacah : integer;
begin
clrscr;
Writeln(‘Menghitung jumlah 1 + 2 + 3 + … + n’);
write(‘n = ? ‘);
readln(n);
pencacah:=1;
jumlah:=0;
while pencacah <= n do
begin
jumlah:=jumlah+pencacah;
pencacah:=pencacah + 1;
end;
writeln;
writeln(‘Jumlah deret = ‘,jumlah:5);
readln;
end.]

Sumber : https://teknologia.co.id/rayman-fiesta-run-apk/