tokomodemku Posted on 11:57 am

Kurikulum 1994

Kurikulum 1994

Kurikulum 1994  dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang No. 2 Tahun 1984 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada system pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari system semester ke system catur wulan.[8]

8)      Kurikulum Berbasis Kompetensi Tahun 2002 dan 2004

Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan seperti penyempurnaan kurikulum, materi pelajaran dan proses pembelajaran.

Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum.Salah satu inovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagi menjadi kurikulum 2002 sebagai respon terhadap perubahan structural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekwensi logis dilaksanakan UU No. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.[9]

Kurikulum berbasis kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dan pengembangan kurikulum sekolah.

9)      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi, yaitu :

  1. a)Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
  2. b)Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
  3. c)Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi .
  4. d)Sumber belajar bukan hanya buku, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
  5. e)Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.[10]

sumber :

https://situsiphone.com/seva-mobil-bekas/