tokomodemku Posted on 11:59 am

Klasifikasi Masalah dan Alternatif Penyelesaiaannya

Klasifikasi Masalah dan Alternatif Penyelesaiaannya

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas, ada beberapa alternative penyelesaian masalah berikut ini :

  1. a)Sebelum menyusun suatu kurikulum terlebih dahulu harus melakukan survey secara utuh dan menyeluruh akan kebutuhan masyrakat masyarakat terhadap pendidikan dan perkembangan zaman  masa kini dan masa yang akan datang. Kurikulum tidak dilakukan perubahan hanya karena kepentingan tertentu. Sehingga relevansi kurikulum harus benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat (peserta didik).
  2. b)Mutu pendidikan dan proses penyelenggaraan kegiatan pembelajaran merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, oleh karena itu hubungan kerja sama harus benar-benar diimplementasikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas dan berwibawa.
  3. c)System penyampaian kurikulum dan lebih khusus ketika mentranformasikan ilmu, guru harus benar-benar professional sehingga tidak terjadi penanaman konsep ilmu yang salah.
  4. E. Mulyasa mengemukakan bahwa, berbagai masalah pendidikan harus mendapat jawaban yang akurat, sebelum diberlakukan program PPG secara nasional, sebab setelah diberlakukan pendidikan profesi, pemerintah hanya akan mengangkat guru yang sudah mengikuti pendidikan profesi; dan untuk mengikuti pendidikan profesi harus sudah mengabdikan dirinya melalui kebijakan SM-3T, yang mewajibkan setiap sarjana pendidikan untuk mengabdikan dirinya minimal selama satu tahun di daerah terdepan, terdalam dan terpencil.[14]
  5. d)Kebhinekaan dalam kesatuan merupakan tantangan dalam pengembangan kurikulum, sehingga diupayakan sedapat mungkin agar penerapan kurikulum merata pada seluruh masyarakat.
  6. e)Setiap unsur pengambil keputusan harus mengutamakan kepentingan pendidikan. Politik untuk pendidikan, bukan pendidikan untuk politik.
  7. f)Keadaan geografis Negara kesatuan RI merupakan masalah yang sangat kompleks, sehingga ketika diterapkannya kurikulum baru, daerah-daerah terluar, terdalam dan terpencil harus mendapat perhatian yang diprioritaskan.
  8. Tujuan Perbaikan dan Penyempurnaan

Menurut H. E. Mulyasa, “Tujuan pengembangan kurikulum adalah untuk melanjutkan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu”.[15]

                     Menurut penulis tujuan pengembangan kurikulum adalah untuk menyelaraskan  dan menjawab perubahan dan perkembangan di segala bidang yang dialami masyarakat.

baca juga :