Kisah Rabi bin Khutsaim rahimahullah

Kisah Rabi bin Khutsaim rahimahullah

Kisah Rabi bin Khutsaim rahimahullah

Kisah Rabi bin Khutsaim rahimahullah
Kisah Rabi bin Khutsaim rahimahullah

Rabi’ bin Khutsaim

Rabi’ bin Khutsaim rahimahullah dikenal rajin menundukkan pandangannya

Suatu saat ia pernah melewati sekumpulan wanita.

Ia tidak sanggup memandang wanita-wanita tadi, yang ia lakukan adalah ia menundukkan pandangannya dan memandang dadanya sendiri.

Sampai para wanita pun menyangka, jangan-jangan Rabi’ itu buta.

Padahal Rabi’ di situ hanyalah ingin menjaga pandangannyan, jangan sampai melihat suatu yang haram.

Bagaimana Kalau Kita

Malah tidak tahan lihat gambar wanita, lebih-lebih telanjang …

Lebih-lebih lagi kalau tahu itu ada adegan hotnya, tangan begitu gatal untuk menggeser mouse dan mengkliknya.

Padahal Allah perintahkan,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An-Nur: 30-31)

Yang Patut Diingat

Yang patut diingat pula adalah:

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Sebaik-baik contoh adalah dari para salaf.

Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai macam godaan yang merusak.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-ringkas-dan-lengkap-hadhorot/