tokomodemku Posted on 7:34 pm

KHAWARIJ

Table of Contents

KHAWARIJ

Kata khawarij berasal dari kata “kharaja” yang berarti keluar. Khawarij secara istilah adalah golongan yang awalnya setia kepada AliBin Abi Thalib kemudian keluar dan tidak mendukung Ali lagi.
Golongan ini muncul sejak terjadinya perang Siffin, yaitu perang saudara antara pengikut AliBin Abi Thalib dan pemberontak yang dipimpin Muawiyyah. Peperangan itu berakhir dengan genjatan senjata, untuk mengadakan perlindungan antara kedua belah pihak. Namun diantara pengikut khalifah Ali Bin Thalib tidak setuju dengan genjatan senjata tersebut. Mereka keluar dari kelompok Ali BinAbi Thalib dan membuat kelompok sendiri yang dinamakan Khawarij, yaitu kelompok orang yang tidak puas dengan kebijakan khalifah bin abi thalib. Kelompok khawarij ini akhirnya menentang kelompok Ali dan Muawiyyah.
Golongan khawarij menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin yang tidak tegas dalam mengambil sikap dan keputusan dalam membela kebenaran.
Golongan ini menganggap setia umat Muhammad yang berbuat dosa besar dan hingga meninggal belum bertaubat, maka mereka dianggap mati kafir dan kekal didalamnya neraka, dan diperbolehkannya tidak menaati aturan-aturan seorang kepala Negara yang dzalim dan pengkhianat
Khawarij berkembang kurang lebih selama dua abad, kemudian pecah menjadi 20 golongan sebelum akhirnya sirna. Tinggal namanya saja ditelan zaman. Dan sampai saat ini golongan khawarij sudah tidak ada lagi.

2. MURJI’AH

Kata murji’ah secara harfiah berarti golongan yang menangguhkan; yang dimaksud ialah menangguhkan penilaian kepada orang mukmin yang melakukan dosa besar kelak diakhirat, diserahkan kepada Allah sendiri yang akan memberi putusan menjadi kafir atau tetap mukmin. MurjiaH merupakan satu aliran yang muncul di Damsyik, ibu kota kerajaan Umayyad, disebabkan oleh beberapa pengaruh masehi pada masa pertengahan kedua dari abad pertama Hijrah. Nama ini diambil dari kata “Arja’a, Yurji’u, Irja’an” yang berarti mengundurkan setiap hokum dan hukuman ke hari kemudian. Mak seseorang tidak bersalah dan tetap berada dalam keamanan yang utuh dan apapun yang dilakukannya tidaklah mengganggu kedudukannya sebagai seorang muslim yang penuh keimanan. Ia mungkin manusia yang berdosa, tetapi soal ini adalah natara dia dan Allah. Namun manusia lain tidak perlu campur tangan dan menjatuhkan sesuatu sanksi hokum terhadap dirinya.
Van Vloten, seorang orientalis belanda berpendapat bahwa nama murji’ah ini  diambil dari firman Allah pada Surat Al-Baqarah ayat 106 mempuyai arti sebagai berikut :
“Dan orang-orang lain itu dimundurkan kepada urusan Allah baik ia melakukan azab atas mereka maupun ia beri ampun kepada mereka namun Allah maha mengetahui lagi bijaksana”. (Al-Baqarah:106).
sumber :