Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural
Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

Pengertian Kelompok.

  1. Mac lver dan H. Pagemengungkapkan bahwa kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut antara lain menyangkut timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga kesadaran saling menolong.
  2. Soerjono Soekantomenambahkan bahwa berdasarkan pendapat Mclver dan Page, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka.
  3. Horton dan Hunt(1996 : 214-215), mendefinisikan kelompok ke dalam beberapa artian, sebagai berikut:

1) Kelompok sebagai setiap kumpulan manusia secara fisik. Dalam hal ini kelompok memiliki ikatan kebersamaan dan jarak fisik yang dekat. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

2) Kelompok sebagai sejumlah orang yang memiliki persamaan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri jenis kelamin, kebiasaan, pekerjaan, antara lain disebut juga kelompok klasifikasi.

3) Kelompok ialah sejumlah orang yang memiliki pola interaksi yang terorganisasi & terjadi secara berulang-ulang. Dalam hal ini, setiap bentuk hubungan kolektif antar beberapa orang yang berinteraksi berulang-ulang menurut pola–pola kegiatan & jaringan tertentu.

4) Kelompok sebagai setiap kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Dua atau beberapa orang dikatakan sebagai kelompok jika mereka sudah memiliki kesamaan kepentingan.

Dari beberapa definisi di atas hakekat keberadaan suatu kelompok sosial itu, tidaklah terletak pada kedekatan jarak fisik, tetapi pada adanya suatu kesadaran untuk berinteraksi. Kesadaran untuk berinteraksi merupakan hal yang sangat prinsip bagi setiap anggota kumpulan manusia.

Unsur-Unsur

Adapun yang menjadi persyaratan kelompok sosial harus mengandung unsur-unsur berikut, seperti yang dikemukakan oleh Soerjono soekamto (1997:125-126)

  1. Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan. Kesadaran anggota merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah kelompok. Hal itu akan menimbulkan rasa memiliki yang mengacu pada keutuhan kelompok.
  2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain. Kekompakan atau solidaritas antara anggota akan memberikan kontribusi bagi perkembangan kelompok.
  3. Ada faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan mereka bertambah erat. Rasa senasib sepenanggungan atau sehidup semati dalam berkelompok bisa menimbulkan semangat untuk bekerja sama demi tujuan bersama.
  4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku. Susunan kelompok, dan norma atau peraturan tidak akan terpisah dari sebuah ikatan guna menjaga kelangsungannya.
  5. Bersistem dan berproses. Dimaksudkan, terdiri atas unsur yang saling menunjang satu dengan lainnya. Juga terdapat runtutan di dalam perkembangannya.

Dari beberapa persyaratan di atas sebenarnya bisa dibagi menjadi 2 bagian.

Pertama, merupakan syarat terbentuknya kelompok yang tidak disengaja / tumbuh secara alamiah, contohnya marga dalam sistem kekerabatan. Dan kedua, menunjuk kepada kelompok yang dibentuk dengan sengaja, seperti persatuan sepak bola. Dengan mengklasifikasikan persyaratan tersebut akan terlihat mana yang termasuk kelompok yang terbentuk secara alami dan mana yang dibentuk dengan sengaja.

  1. Pengertian Masyarakat Multikultural ( Masyarakat Majemuk )

Masyarakat multikultur merupakan istilah lain bagi masyarakat majemuk. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki masyarakat yang majemuk. Negara lain yang memiliki masyarakat multikultur, di antaranya Swiss dan Amerika Serikat.

Menurut Furnivall, bahwa masyarakat multikultural / majemuk merupakan suatu masyarkat tempat sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan-kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya sedemikian rupa sehingga anggota masyarakat secara kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat secara keseluruhan kurang memiliki homogenitas kebudayaan / bahkan memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain.

Bangsa Indonesia dikenal karena masyarakatnya yang bersifat multicultural. Beberapa faktor yang memperkaya keragaman adalah kebudayaan, adat istiadat, agama yang sering sekali menimbulkan konflik dan kita kenal dengn konflik sara, konflik tersebut dapat dihindari jika kita masing-masing individu dapat mengembangkan sikap bahwa kehidupan yang multikultural merupakan sebuah kekayaan hidup bahwa kita bisa hidup damai berdampingan dengan sejumlah perbedaan-perbedaan yang terdapat pada kehidupan masyarakat.

 

Menurut Clifford Geertz, yang meneliti Indonesia di Mojokuto pada awal masa kemerdekaan Indonesia mendefenisikan masyarakat majemuk sebagai masyarakat yang terbagi-bagi ke dalam subsistem yang kurang lebih berdiri sendiri-sendiri, yang setiap subsistemnya terikat dalam ikatan-ikatan yang bersifat primordial.

Multiktatural artinya hubungan antarberbagai lintas budaya tanpa mengenal batas-batas area (lokal, regional, internasional) maupun unsur-unsur / jenis budayanya. Kecenderungan ini, akan semakin banyak terjadi seiring dengan perkembangan ekonomi yang kemudian mendorong percepatan globalisasi kebudayaan. Hubungan budaya dalam konteks multikulturalisme akan melibatkan orang-orang yang berbeda bangsa, ras, jenis kelamin, bahasa, agama, tingkat pendidikan, & status sosial.

  1. Ciri-Ciri Masyarakat Multukultural

Di dalam kehidupan masyarakat Indonesia terdapat keanekaragaman tingkat perkembangan masyarakat & kebudayaan suku-suku bangsa, daerah, ras & sebagainya. Sesuai dengan kenyataan yang ada, di dalam masyarakat Indonesia terdapat bermacam-macam suku bangsa atau subsuku bangsa memiliki kebudayaan sendiri-sendiri. Selain perbedaan suku bangsa juga ada perbedaan agama, daerah, ras & pelapisan sosial yang silang menyilang antara satu dengan yang lainnya.

Ciri-ciri masyarakat Indonesia yang multikultur adalah sebagai berikut:

  1. Adanya keanekaragaman suku bangsa, agama, & adat istiadat
  2. Adanya keanekaragaman budaya
  3. Adanya keanekaragaman agama daerah
  4. Adanya keanekaragaman sosial-ekonomi

Jadi dari perbedaan–perbedaan itu dapat mempengaruhi kestabilan masyarakat sebagai suatu negara bangsa.