Juara Puisi FLS2N SMA, Ain: Ini Kado Terindah

Juara Puisi FLS2N SMA, Ain Ini Kado Terindah

Juara Puisi FLS2N SMA, Ain: Ini Kado Terindah

Juara Puisi FLS2N SMA, Ain Ini Kado Terindah
Juara Puisi FLS2N SMA, Ain Ini Kado Terindah

Menjadi juara 1 lomba baca puisi dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional

Sekolah Menengah Atas (FLS2N SMA) Tingkat Nasional 2018 di Banda Aceh merupakan kado ulang tahun terindah untuk Karina Nur Aulia Putri. Siswa SMA Negeri 1 Lembang ini berhasil mengharumkan nama Jawa Barat dalam ajang FLS2N SMA kemarin. Ain, panggilan Karina, berhasil mengalahkan 33 provinsi lainnya.

“Aku ulang tahun 15 September, dan ini menjadi kado terindah untuk aku,” ujar Ain saat ditemui di SMA Negeri 1 Lembang, Kayuambon, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa, 4 September 2018.

Ain menyukai puisi sejak SMP. Pertama kali Ain tertarik dengan puisi adalah saat dirinya melihat pertunjukan puisi di SMP, hingga tak sadar ia menangis hanya karena melihat pertunjukan puisi. Ia ingin bisa membaca puisi seperti itu. Ain akhirnya menekui bidang puisi hingga ia melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Bandung dan bergabung dengan Saung Sastra Lembang. Di sana Ain dikelilingi orang-orang hebat yang selalu mendukung ia untuk membaca puisi. Di temapt ini pun, Ain diajarkan untuk pantang menyerah dalam mengapai impian.

“Aku sudah beberapa kali mengikuti perlombaan baca puisi

, walaupun kadang kalah, kadang menang, yang penting adalah ikhtiarnya. Aku sering diberi masukan oleh pelatih untuk terus berusaha tapi harus siap pula, siap menang dan siap kalah. Puisi pun dapat aku jiwai karena aku kaitkan dengan kehidupan dan aku pun mencari referensi lainnya. Intinya aku berusaha latihan sekuat tenaga,” ujar Ain menjelaskan.

Dalam FLS2N di Aceh, Ain membawakan puisi berjudul Sagu Ambon karya WS Rendra. Kemudian, ia lolos dan masuk babak final. Di final, ia membacakan puisi lain berjudul, Dialog Bukit Kamboja karya Zawawi Imron. Puisi tersebut pun yang membaca Ain menjadi juara pertama.

“Aku memilih puisi itu karena menceritakan tentang hari pahlawan. T

idak hanya membaca puisi, ada dialog pula yang harus dibacakan. Puisi dan dialog tersebut jadi sebuah tantangan untuk aku, dimana aku harus memerankan dua peran secara bersamaan,” ujar Ain menjelaskan.

Sang pelatih, Ai Koraliati mengatakan, Ain mempersiapkan pelombaan FLS2N selama enam bulan. Menurutnya, FLS2N ini merupakan sebuah gerbang untuk kehidupan Ain kedepannya. Apalagi, Ain berkeinginan untuk mengangkat derajat orang tua.

“Kalau ingin hasil yang luar biasa, harus punya persiapan yang luar biasa juga. Akan tetapi, kita harus niatkan untuk ibadah dan menjadi berkah,” ujar Ai. ***

 

Sumber :

https://miralaonline.net/segitiga-bermuda/