Ini Cara Mahasiswa IPB Kurangi Angka Buta Huruf

Ini Cara Mahasiswa IPB Kurangi Angka Buta Huruf

Ini Cara Mahasiswa IPB Kurangi Angka Buta Huruf

Ini Cara Mahasiswa IPB Kurangi Angka Buta Huruf
Ini Cara Mahasiswa IPB Kurangi Angka Buta Huruf

Lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat sebuah program kreatif

untuk meningkatkan angka bebas buta huruf masyarakat Indonesia melalui program Lembar Aksara. Program ini merupakan sebuah gerakan literasi keaksaraan fungsional untuk mewujudkan masyarakat produktif dan proaktif.

Lembar Aksara adalah komunitas yang memiliki semangat pengabdian yang berfokus

kepada penyelesaian masalah pendidikan keaksaraaan di Indonesia. Tim mahasiswa IPB ini melakukan pemberdayaan berbasis sosial, budaya dan kewirausahaan (socioculturepreneurship) untuk desa tertinggal dengan konsep satu desa satu produk.

Program Lembar Aksara ini digagas dan direalisasikan oleh lima orang mahasiswa IPB yaitu Deri Siswara, Alfia Shinta Nurul Aini, Zalfa Maulidia Ihsani, Moh Mulya Agniya dan Vinka Marisa Putri. Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang Pengabdian Masyarakat dan dibimbing langsung Salahuddin El Ayyubi.

“Lembar Aksara telah diaplikasikan di kawasan Kampung Jambu Manis, Desa Sukaraksa,

Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Wilayah ini tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi. Kampung ini memiliki banyak warga yang buta huruf, anak putus sekolah di tingkat dasar dan beberapa anak usia sekolah belum pernah sama sekali masuk sekolah formal. Banyak anak-anak yang turun ke jalan menjadi pengamen bahkan dipekerjakan untuk meminta-minta sumbangan,” kata Deri.

Deri dan kawan-kawannya menggunakan metode Regenerated Frerian Literacy through Empowering Community Techniques (Reflect), yaitu metode pemberdayaan masyarakat oleh tutor yang memperlihatkan adanya proses penyatuan antara kegiatan keaksaraan dan pemberdayaan masyarakat serta ditambah nilai-nilai budaya. Program ini ditujukan untuk masyarakat usia produktif seperti anak-anak, remaja hingga dewasa agar mereka mampu menjadi golongan masyarakat produktif.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Do6j/the-history-of-the-construction-of-the-eiffel-tower