Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Sosial
Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, terdapat beberapa faktor penyebab konflik yaitu:

  1. Perbedaan antar individu

Sebagai mahluk individu, manusia memiliki karakter yang khas menurut corak kepribadiannya. Setiap individu berkembang sejalan dengan ciri-ciri khasnya, walaupun berada dalam lingkungan yang sama. Pada saat interaksi berlangsung individu akan mengalami proses adaptasi dan pertentangan dengan individu lainnya. Apabila terdapat ketidaksesuaian maka akan terjadi konflik. Contoh,  Paijo anak yang baru berusia 5 tahun meminta ayahnya untuk membelikannya handphone. Ayahnya belum mau membelikan Paijo handphone karena Paijo masih kecil dan belum begitu membutuh-kan alat tersebut. Akhimya Paijo marah dan melakukan mogok belajar. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

  1. Perbedaan kebudayaan

Kebudayaan seringkali dianggap sebagai sebuah ideologi, sehingga memicu terjadinya konflik. Anggapan yang berlebihan terhadap kebudayaan yang dimiliki oleh sebuah kelompok menempatkan kebudayaan sebuah sebuah tingkatan sosial. Sehingga kebudayaan miliki sendiri dianggap lebih tinggi daripada kebudayaan lain. Dalam catatan sejarah umat manusia konsep suku dan kebudayaannya telah memainkan peranan yang sangat penting dan sekaligus dramatis dalam percaturan masyarakat.

  1. Perbedaan kepentingan

Manusia memang membutuhkan proses pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan batiniah dan lahiriah untuk membentuk dirinya, karena itulah terjadi hubungan timbal balik sehingga manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan berbeda-beda kebutuhannya, perbedaaan kebutuhan ini akan berubah menjadi kepentingan yang berbeda-beda.

  1. Perubahan sosial

Kecenderungan terjadinya perubahan sosial merupakan gejala wajar sebagai akibat dari interelasi sosia! dalam pergaulan hidup antar manusia. Perubahan sosial dapat pula terjadi karena adanya perubahan–perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat. Pada masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan sosial akan timbul konflik sebagai proses pertentangan nilai dan norma yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat.