Faktor Penyebab Munculnya Reformasi
tokomodemku Posted on 3:13 am

Faktor Penyebab Munculnya Reformasi

Faktor Penyebab Munculnya Reformasi

Faktor Penyebab Munculnya Reformasi

Setelah Orde Baru memegang kekuasaan dan mengendalikan pemerintah, muncul satu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaanya atau “status quo”. Hal ini menimbulkan ekses-ekses negative, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya berbagai macam penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. Penyelewengan dan penyimpangan yang dilakukannya itu direkayasa untuk melindungi kepentingan penguasa, sehingga hal tersebut selalu dianggap sah dan benar, walaupun merugikan rakyat. Adapun faktor-faktor yang mendorong munculnya reormasi, yaitu :

  1. Krisis Politik

Di bidang politik pemerintah Orde Baru memiliki cara tersendiri untuk menciptakan stabilitas yang diinginkan, salah satunya dengan menjadikan Golkar sebagai mesin politik. Di dalam tubuh Golkar terdapat tiga jalur yang menjadi tumpuan kekuatanya, yaitu ABRI, birokrat dan glkar (jalur ABG). Tidak mengherankan jika Golkar selalu menjadi pemenang dalam pemilu-pemilu selama Orde Baru. Keberadaan Golkar yang sebenarnya diperlukan sebagai sarana dan arena penyalur aspirasi rakyat, ternyata dijadikan sebagai alat kekuasaan atau alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaanya.

Sistem perwakilan pun bersifat semu, bahkan hanya dijadikan sarana untuk melanggengkan sebuah kekuasan secara sepihak. Dalam setiap pemilihan Presiden melalui lembaga MPR, Soeharto selalu terpilih. Otoriterianisme merambah segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara termasuk kehidupan politik. Banyak wakil rakyat yang duduk di MPR/DPR tidak mengenal rakyat dan daerah yang diwakilinya. Hal ini terjadi karena demokratisasi dibangun melaui KKN.

Ketidakberesan juga dapat dilihat dari konsep Dwifungsi ABRI yang telah berkembang menjadi kekaryaan. Peran kekaryaan ABRI semakin masuk dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bidang-bidang yang seharusnya masyarakat berperan lebih besar ternyata ditempati oleh personil TNI/Polri seperti jabatan lurah, bupati, walikota dan gubernur pada masa Orde Baru banyak diduduki oleh militer. Dunia bisnispunbahkan tak luput dari intervensi TNI/Polri.

Keadaan seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi pemerintah, DPR dan MPR. Ketidakpercayaan itulah yang mendorong munculnya gerakan reformasi. Kaum reformis yang dipelopori oleh kalangan mahasiswa yang didukung para dosen dan rektornya mengajukan tuntutan untuk mengganti presiden, reshuffle kabinet dan menggelar Sidang Istimewa MPR serta melaksanakan Pemilu secepatnya. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total disegala bidang, termasuk keanggotaan DPR dan MPR yang dipandang sarat dengan nuansa KKN.

Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap “lima paket undang-undang politik yang dianggap sebagai sumber ketidakadilan” yaitu :

sumber :
https://minerva.co.id/2020/06/seva-mobil-bekas/