tokomodemku Posted on 12:59 pm

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Di dalam kehidupan masyarakat, jumlah uang yang beredar ditentukan oleh kebijakan dari bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang melalui kebijakan moneter.

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat antara lain :

  • Besar kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
  •  Cepat lambatnya laju peredaran uang.
  • Motif memiliki uang tunai, J.M Keynes dalam teori liquidity preference: motif transaksi (transaction motive), motif berjaga-jaga (precautionary motive), motif spekulasi (speculative motive).

Bila ada hal yang mempengaruhi permintaan uang, berarti ada hal yang mempengaruhi penawaran uang juga, yaitu :

  1. a)Tinggi rendahnya tingkat bunga
  2. b)Tingkat pendapatan masyarakat
  3. c)Jumlah penduduk
  4. d)Keadaan letak geografis
  5. e)Struktur ekonomi masyarakat
  6. f)Penguasaan iptek
  7. g)Globalisasi ekonomi

Kebijakan pemerintah terhadap jumlah uang yang beredar di masyarakat dilakukan dengan cara :

  1. Pengendalian tingkat bunga melalui politik diskonto.
  2. Menarik atau menambah jumlah uang yang beredar melalui politik pasar terbuka dengan cara membeli atau menjual surat-surat berharga.

SBI = Sertifikat Bank Indonesia.

  1. Pemotongan nilai mata uang melalui kebijakan sanering yang dilakukan bank sentral.
  2. Melakukan revaluasi/devaluasi.

Dari sisi politik kebijakan moneter dapat dibedakan atas:

  1. a)Politik Uang Ketat (Tight Money Policy)
  2. b)Peningkatan suku bunga (discount policy)
  3. c)Penjualan SBI (open market policy)
  4. d)Peningkatan cadangan kas (cash ratio)
  5. e)Pengetatan pemberian kredit

2.Politik Uang Longgar ( Easy Money Policy)

  1. a)Penurunan tingkat suku bunga
  2. b)Pembelian SBI
  3. c)Penurunan cadangan kas
  4. d)Pemberian kredit longgar

H.Pasar Uang Antar Bank

    Sesuai dengan namanya, pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek. Atau bisa di sebut juga suatu pasar yang menjadi wadah bertemunya para pemilik dana (Funder) dengan pihak yang membutuhkan dana (Consumer), dimana pertemuan tersebut dapat dilakukan secara langsung ataupun melalui perantara (Broker)atas transaksi permintaan (Demand) atau penawaran (Supply) terhadap sejumlah dana atau surat-surat berharga jangka pendek.

1.Fungsi Pasar Uang

    Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan pengusaha untuk mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan demikian pasar uang memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya.
  • Memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); dan
  • Menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.
  • Sebagai mediator dan fasilitator perdagangan surat-surat berharga jangka pendek.
  • Sebagai sumber dana untuk modal kerja bagi perusahaan yang membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi.
  • Sebagai mediator dan fasilitator kegiatan investasi dari investor luar negeri kepada pengusaha lokal dalam bentuk kredit jangka pendek.
  • Sebagai fasilitator bagi masyarakat yang ingin membeli Surat Berharga Pasar Uang dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  1. Macam-macam Transaksi yang Terdapat Di Pasar Uang
  • Pasar Uang antar Bank
  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI
  • Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
  • Sertifikat Deposito
  • Pasar Valuta Asing

sumber :

https://avenuedjazz.com/vikings-apk/