Fakta Minuman Bersoda
tokomodemku Posted on 1:41 pm

Fakta Minuman Bersoda

Fakta Minuman BersodaFakta Minuman Bersoda

Minum Soda sama dengan minum gula segelas penuh

Soft drink adalah air yang mengandung gula dalam kadar yang sangat besar. Asupan gula dalam jumlah besar bisa menyebabkan obesitas dan diabetes. Masalah ini sangat serius apabila terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan akhirnya menyebabkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Resiko Alzheimer juga sangat besar apabila anda terlalu sering mengkonsumsi gula.
2. Soda/Soft Drink membuat Tubuh Rentan
pH (derajat keasaman) rata-rata tubuh manusia adalah 7.0, sedangkan pH berbagai macam softdrink adalah 2,5. Tahukah bahwa kondisi keasaman tubuh yang tinggi membuat tubuh rentan terhadap berbagai penyakit? Soft Drink dan makanan berasam tinggi akan meninggalkan asam di dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan beberapa penyakit kronis seperti arthritis dan kanker.
3. Soft Drink Merusak Tulang
Di antara bahan aktif di dalam soft drink adalah asam fosfat. Tahukan anda mengenai kemampuan asam fosfat yang bisa melarutkan/melebur paku secara tuntas hanya dalam 4 hari? Soft drink biasanya mengandung zat ini. Jika darah anda mengandung lebih banyak fosfor disbanding kalsium, maka kalsium akan terdorong keluar dari tulang. Proses ini menyebabkan tulang menjadi rapuh dan meningkatkan resiko tulang keropos atau patah.
4. Soft Drink Merusak Gigi
Jika terlalu banyak minum soft drink, lambat laun gigi manis anda tidak akan terlihat manis lagi. Soft drink bisa menyebabkan kerusakan gigi. Kandungan asam dapat melarutkan lapisan enamel gigi (email) dan membusukkan gigi. Segera setelah itu, gigi akan berongga dan bisa lebih buruk lagi.
5. Soft Drink dapat mengganggu perkembangan Otak
Beberapa jenis soft drink, khususnya cola, mengandung kafein dalam jumlah atau kadar yang sama dengan teh dan kopi. Sifat stimulant dalam kafein dan potensi kecanduan (adiktif) memiliki efek buruk terhadap perkembangan otak.

 

Sumber: https://bingkis.co.id/ilmuwan-as-berhasil-ubah-gen-embrio-manusia/