tokomodemku Posted on 4:14 am

Definisi Ijma’

Definisi Ijma’

Definisi Ijma’

a) Ijma’

1. Definisi Ijma’

Ijma’ merupakan kesepakatan umat setelah wafatnya Rasulullah terhadap suatu kasus hukum dalam suatu masa. Jadi yang menentukan suatu hukum sudah menjadi Ijma’ atau belum adalah para mujtahid (ahli- ijtihad) yang berkompeten dalam bidangnya. Pada dasarnya ijma merupakan dalil rasional. Definisi klasik dan syarat esensial ijma’ sebagai mana ditetapkan oleh ulama-ulama ushul, adalah sangat jelas bahwa tak kurang dari konsensus universal sarjana-sarjana muslim dapat dianggap sebagai ijma’ yang meyakinkan. Oleh karena itu tidak ada sedikitpun ruang bagi ketidaksepakatan atau ikhtilaf mengenai konsep ijma’.

Secara etimologi ijma’ berasal dari kata Ajma’a, yujmi’u, ijma’atan, yang artinya “bersetuju, bersatu pendapat, bersepakat”.dalam hal ini dapat di lihat dalam Al-Qur’an Surat yusuf (12): 15:
Artinya: “Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu Dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: “Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.”
Adapun pengertian ijma dalam istilah teknis hukum atau istilah Syar’i terdapat perbedaan rumusan.

Perbedaan rumusan Ijma’

Perbedaan rumusan itu dapat di lihat dalam beberapa rumusan atau definisi ijma sebagai berikut

a. Al Ghazali, ijma` yaitu kesepakatan umat Muhammad SAW secara khusus atas sesuatu urusan agama
b. Al Midi, ijma` yaitu kesepakatan sejumlah ahlul halli wal `Aqd ( para ahli yang kompeten dalam mengurusi umat ) dari umat Muhammad pada suatu masa atas hukum suatu kasus. Atau kesepakatan para mukallaf dari umat Muhammad pada suatu masa atas hukum suatu kasus.
c. Ulama Syi`ah, ijma` yaitu kesepakatan suatu komunitas karena kesepakatan mereka dalam menetapkan hukum syara`.
d. Al Nazham, ijma` yaitu setiap perkataan yang hujjahnya tidak dapat dibantah.
e. Abdul Wahab Khallaf, ijma` yaitu consensus semua mujtahid muslim pada suatu masa setelah Rasul wafat atassuatu hukum syara` mengenai suatu kasus.
f. Mayoritas ahli Ushul Fiqih, ijma’ adalah kesepakatan seluruh para mujtahid di kalangan umat islam pada suatu masa ketika Rasulullah SAW wafat atas hukum syara’ mengenai suatu kejadian.

Baca Juga: