Cerita Lucu Terbaru

Cerita Lucu Terbaru

Cerita Lucu Terbaru

Cerita Lucu Terbaru
Cerita Lucu Terbaru

Semoga dengan kumpulan cerita lucu ini dapat membuat kepenatan, kejenuhan dan rasa tidak enak hati sobat sirna semua, aamiin… Oke langsung aja kita liat cerita lengkapnya berikut ini. Selamat berngakak-ngakak ya sob… 😀

Semua Wanita Bisa Terpukau 

Di sebuah bar, seorang lelaki separo baya sedang ngobrol dengan teman minum arak yang baru dikenalnya.

Teman minum arak: “Aku melihat kamu hampir setiap malam bersantai-santai datang ke bar ini, rupanya kamu adalah seorang bujangan, ya?”

 

“Ya, ngga salah.” Kata lelaki itu.

 

Teman minum arak: “Apakah kondisi ekonomimu tak begitu baik?”

 

Lelaki: “Bukan, masalahnya aku bisa membuat semua wanita terpukau di hadapanku.”

 

Teman minum arak: “Kamu adalah…”

 

Lelaki: “Aku adalah seorang pembius di rumah sakit.”

 

Hubungan Antara Warna Rambut dan Tingkat Kesetiaan Pria 

Seorang nyonya besar minta pendapat dari seorang gentlemen yang kelihatannya berbudi luhur dan berwibawa tinggi: “Kaum lelaki biasanya memiliki rambut warna apa yang bisa lebih setia sedikit terhadap istrinya, warna keemasan, warna hitam, atau warna merah?”

“Warna putih.” Jawab gentlemen itu dengan tak sadar.

 

Arloji Emas Jatuh di Saluran Air 

Anak laki-laki dan Bapaknya makan siang di pabrik. Tiba-tiba, anak laki-laki itu melihat seorang buruh sedang mengorek-ngorek dan membersihkan sebuah saluran air bawah tanah.

Anak laki-laki itu berkata dengan penuh humor: “Kemarin arloji emas Ibuku telah jatuh di sini.”

 

Mata buruh itu segera bersinar, “Baiklah, anakku, kamu pergi main-mainlah.” Katanya dengan pura-pura tak ambil pusing sedikit pun.

 

Satu jam kemudian, anak laki-laki itu telah balik kembali dan saluran air itu sudah bersih tanpa ada sedikitpun kotoran.

 

“Benarkah arloji Ibumu telah jatuh di sini?” tanya buruh itu.

 

“Sudah tentu.” Anak laki-laki itu berkata sambil tersenyum, “Karena aku telah melihatnya dengan mata kepala sendiri dan kemarin Bapakku akhirnya telah berhasil mengambil kembali arloji itu di sini.”

 

Pelanggaran Privasi Anak 

Kemarin malam nonton teve, saluran frekuensi pendidikan, peran yang dimainkan oleh 2 pemain adalah dialog pendek mengenai masalah privacy antara seorang anak dan ibunya sendiri setelah sang Ibu secara sembunyi-sembunyi coba membalik-balik catatan harian anak laki-lakinya yang diambil dari laci mejanya.

Ibu: “Aduh, sekarang tingkahmu banyak juga ya, masih nyoba nulis sajak segala. Dengarkan nih, ‘Desir angin Musim Semi telah membuat hatiku tiba-tiba merasa hangat…’, Yo, jelaskan, dengan siapa kamu berpacaran?”

 

Anak: “Ibu curi-curi membaca catatan harianku, Ibu telah melanggar privacyku.”

 

Ibu: “Apa? Aku telah melanggar privacymu? Enak saja kamu berkata. Kamu tahu nggak, aku adalah Ibumu. Di hadapanku, kamu masih memiliki privacy apa lagi? Kalau dikatakan dirimu masih mempunyai apa yang dinamakan privacy, waktu kamu kulahirkan, mengapa tidak mengenakan celana dalam?”

 

Umur Kejayaan Wanita dan Pria 

Wanita: “Umur masa kejayaannya kaum wanita sungguh sangat pendek, yaitu dari umur 18 tahun sampai umur 26 tahun.”

Pria: “Umur masa kejayaannya kaum lelaki lebih pendek lagi.”

 

Wanita: “Siapa bilang, kaum lelaki berumur 40 tahun masih merupakan sekuntum bunga.”

 

Pria: “Pada hal umur masa kejayaannya kaum lelaki adalah umur 16 tahun sampai 18 tahun. Dalam tahap waktu ini, asal ia berparas tampan tentu ada orang yang menyukainya, asal ia mahir main bola pasti ada orang yang menyukainya, asal hasil pelajarannya di sekolah baik pasti ada saja orang yang menyukainya, dan asal ia bisa main instrumen musik tentu ada orang yang menyukainya. Tetapi sesudah berumur 30 tahun, asalkan ia tak memiliki uang, maka dapat dipastikan tiada orang yang akan menghiraukannya lagi.”

 

Reaksi Memiliki Bayi Perempuan 

Istri berkata kepada suami: “Aku telah melahirkan anak perempuan.Bagaimana reaksi Ibumu? Apa katanya?”

“Ibuku nggak berkata apa-apa, ia malahan memuji-muji dirimu.” Jawab sang suami.

 

Istri menanya lebih lanjut dengan serius: “Betul ya? Ia memuji diriku apa?”

 

Suami berkata sepatah demi sepatah: “Ia mengatakan kamu orangnya hoki. Katanya kelak kamu tak usah kuatir mengalami kegalakan si mantu perempuan, hehehe…”

 

Sakit Karena Menelan Kuda 

Pada suatu hari, Antony pergi berobat ke dokter: “Dok, aku barusan telah menelan seekor kuda, kini sekujur badanku merasa tak enak, mungkin aku sedang sakit nih.”

Setelah berpikir beberapa detik, dokter berkata: “Oke. Marilah Bapak segera berbaring di ranjang ini.”

 

Kemudian, dokter menyuruh juru rawat menginjeksinya. Antony akhirnya tertidur pulas. Dokter lalu cepat-cepat pergi ke kota kecamatan mulai mencari kuda. Setengah jam kemudian, dokter telah berhasil meminjam seekor kuda, kemudian ia menuntun kuda ini ke klinik. Saat Antony bangun dari tidurnya, ia melihat seekor kuda sedang berdiri di hadapannya.

 

“Pak Antony, inilah kuda yang tadi Bapak telan,” kata dokter, “aku barusan telah mengeluarkannya dari lambungmu. Selanjutnya lambungmu takkan merasa tak enak lagi.”

 

Antony senangnya bukan main, sekali lagi kuda ini diawasinya dengan teliti. Beberapa detik kemudian, ia tiba-tiba nyeletuk: “Pak Dok, ini bukan kudaku, kudaku berwarna coklat, sedang kuda ini berwarna putih, bukan?”

 

Dokter berkata, “Ya namanya juga habis tertelan, pasti kudanya jadi pucat lah..”

 

Antony pun pulang dengan perasaan lega.

 

Mencari Hotel di Pedesaan 

Powell bertamasya ke pedesaan. Pada suatu malam magrib, ia mengendarai sebuah mobil menyusuri jalan umum mencari rumah penginapan kecil. Pada saat ini ia kelihatan seorang kakek berdiri di tepi jalan, ia menghentikan mobilnya sebentar dan menanya kakek itu: “Pak, aku mau ke Hotel Mujur, apakah Bapak mengetahuinya?”

“Ya, aku tahu,” jawab kakek itu, “kalau perlu aku bersedia menjadi penunjuk jalanmu.”

 

Kakek segera naik ke mobil Powell. Setelah berjalan kurang lebih 12 mil, mereka sampai di depan sebuah rumah kecil.

 

“Ayo, berhenti sebentar,” kata kakek itu.

 

Powell segera menghentikan mobilnya, lalu memandang ke arah rumah itu sejenak. “Tetapi ini bukan hotel!” katanya kepada kakek itu.

 

“Ya, nggak salah.” kata sang kakek, “Ini adalah rumahku. Selanjutnya mari kutunjukkan jalan hotel itu kepadamu. Mobil ini kamu putar balik, lalu jalan ke depan kira-kira 9 mil, tepat di sisi kanan jalan, kamu akan kelihatan Hotel Mujur yang kamu cari itu.”

 

Admin ketawa sendiri ni sob saat posting cerita lucu diatas. Bener-bener lucu kan…?! Oke sekian saja dari admin, semoga dapat sedikit mengobati kejenuhan sobat pembaca, nantikan terus cerita lucu pendek singkat lainnya yang ga kalah ngakak cuma di info terbaru. Terima kasih dan sampai ketemu lagi diupdate selanjutnya.

Baca juga artikel: