tokomodemku Posted on 1:02 pm

CENTRAL VENA PRESSURE

CENTRAL VENA PRESSURE


A.    Pengertian
CVP adalah memasukkan kateter poli ethylene dari vena tepi sehingga ujungnya berada di dalam atrium kanan atau di muara vena cava. CVP disebut juga kateterisasi vena sentralis (KVS). Tekanan vena sentral secara langsung merefleksikan tekanan pada atrium kanan. Secara tidak langsung menggambarkan beban awal jantung kanan atau tekanan ventrikel kanan pada akhir diastole.
Tekanan vena central (central venous pressure) adalah tekanan darah di atrium kanan atau vena kava. Ini memberikan informasi tentang tiga parameter volume darah, keefektifan jantung sebagai pompa, dan tonus vaskular. Tekanan vena central dibedakan dari tekanan vena perifer, yang dapat merefleksikan hanya tekanan lokal.

B.    Tujuan pemasangan
1. Mengetahui tekanan vena sentralis (TVS)
2. Untuk memberikan total parenteral nutrition (TPN) ; makanan kalori tinggi secara intravena
3. Untuk mengambil darah vena
4. Untuk memberikan obat – obatan secara intra vena
5. Memberikan cairan dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat
6. Dilakukan pada penderita gawat

C.    Indikasi

1.    Pengukuran tekanan vena sentral (CVP).
2.    Pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium.
3.    Pengukuran oksigenasi vena sentral.
4.    Nutrisi parenteral dan pemberian cairan hipertonik atau cairan yang mengiritasi yang perlu pengenceran segera dalam sistem sirkulasi.
5.    Pemberian obat vasoaktif per drip (tetesan) dan obat inotropik(Sebagai jalan masuk vena bila semua tempat IV lainnya telah lemah)
6.    Pasien yang mengalami gangguan keseimbangan cairan.
7.     Digunakan sebagai pedoman penggantian cairan pada kasus hipovolemi
8.     Mengkaji efek pemberian obat diuretik pada kasus-kasus overload cairan
9.     Sebagai pilihan yang baik pada kasus penggantian cairan dalam volume yang banyak
( Thelan, 1994 ).

D.    Cara pengukuran
Pengukuran CVP secara nonivasif dapat dilakukan dengan cara mengukur tekanan vena jugularis. Secara invasif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1.    Memasang kateter CVP yang ditempatkan pada vena kava superior atau atrium kanan, teknik pengukuran dapat menggunakan manometer air atau transduser,
2.    Melalui bagian proksimal kateter  arteri pulmonalis . Pengukuran ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem transduser.

 

sumber ;