Cekungan Halmahera Timur
tokomodemku Posted on 6:38 pm

Cekungan Halmahera Timur

Cekungan Halmahera Timur

Cekungan Halmahera Timur
Menurut Pertamina tahun 1993, cekungan dan sumber daya gas di Maluku Utara memperlihatkan terdapat pada Cekungan-cekungan Obi Utara, Obi Selatan, Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Halmahera Timur dengan sumberdaya kurang dari 3 triliun kaki kubik (TCF). Sementara menurut IAGI tahun 1985, sumber daya minyak dan gas bumi diperkirakan masing – masing  0,1780 juta barel dan 0,2016 TSCF.
Pulau Mangole
Pulau Mangole dapat dikelompokkan ke dalam tipe pulau tektonik teras terangkat. Sejumlah penelitian yang berkaitan dengan geologi telah pernah dilakukan di wilayah ini. Sebagaimana dikutip oleh Hehanussa dan Sukmayadi, 1993 beberapa peneliti geologi terdahulu di wilayah ini adalah Bouwer (1921 dan 1926), Koolhoven(1930), Sukamto (1975), Silver (1977), dan Pigram (1983). Pemetaan geologi bersistem dengan skala 1: 250.000 dilakukan oleh Surono dan Sukama dari Direktorat Geologi, Departemen Energi dan Sumber dayaMineral. Menurut Surono dan Sukama, 1985. Sebagaimana yang disajikan dalam Peta Geologi lembar Sanana skala 1:250.000, Pulau Mangóle termasuk bagian dari blok tektonik Banggai-Sulayang terdiri dari kelompok Pulau-pulau Mangóle, Sulabesi, dan Taliabu di sebelah timur dan Pulau-pulau Banggai dan Peleng di sebelah baratnya dan sejumlah pulau kecil lainnya.
Pulau Mangóle terutama tersusun dari batuan granit, sedimen Formasi Kabauw, dan Formasi Tanamu yang terdiri dari napal, batu gamping, serpih, dan batuan gunung api. Batuan granit terutama terdapat di bagian timur pulau sementara bagian baratnya didominasi sedimen dan batuan gunung api Mangóle yang mengisi bagian selatan hingga tengah pulau. Batuan malihan hanya terdapat di selatan dalam luasan yang sempit, demikian juga batu gamping hanya terdapat di bagian barat sebelah utara dengan penyebaran yang sempit. Formasi Tanamu mempunyai penyebaran yang agak luas, terutama di bagian tengah pulau. Secara tidak selaras di atas Formasi Tanamu diendapkan lapisan tipis teras terumbu koral terangkat dan endapan pantai dalam luasan yang sempit, kurang dari 800 m dan ketebalan kurang dari 10 meter tersebar sepanjang pantai, teluk dan sekitar tanjung
Dari peta kegempaan (zona seismik) yang dikeluarkan BMG, daerah ini termasuk wilayah yang mempunyai intensitas kegempaan yang cukup tinggi Pulau Mangóle yang merupakan bagian Blok Banggai-Sula dikelilingi oleh sesar dan zona peminjaman aktif, baik di utara maupun bagian selatan. Dua kali gempa besar yang potensial menimbulkan bahaya tsunami pernah terjadi di daerah ini yaitu tahun 1929 dan tahun 1965 dengan kerugian yang cukup besar. Dalam Peta Geologi lembar Sanana (Surono dan Sukarna, 1985) banyak terdapat gejala kontak tektonik seperti sesar geser dan sesar normal. Gejala struktur yang besar mendominasi pada arah barat – timur.

Pulau ternate

Dilihat dari sudut geologis, pulau Ternate merupakan salah satu dari deretan pulau yang memiliki gunung berapi, dari barisan garis: ”strato vulkano active at south pacific” yang melintang di kawasan Asia timur ke Asia tenggara, dari utara ke selatan. Salah satu yang masih aktif di kepulauan Maluku Utara adalah gunung “Gamalama” di pulau Ternate dengan ketinggian 1.730 m. (Bangsa Portugis menyebut dengan; Nostra Senora del Rozario).
Gunung berapi aktif yang sering mengakibatkan terjadinya letusan dan aliran lahar. Selain itu, terdapat lahan berkelerengan besar dengan volume luasan yang cukup besar, sehingga sulit dikembangkan untuk kegiatan permukiman dan industri. Dilihat dari aspek geologi dan jenis tanah, kota Ternate dan sekitarnya terdiri dari tanah regosol yang memiliki bahan induk utama batu pasir yang baik untuk kebutuhan material bangunan. Sedangkan tanah podsolik merupakan tanah batuan beku yang memiliki daya dukung terhadap beban bangunan yang sangat baik. Sebagai kota kepulauan yang didominasi lahan bergunung, pengembangan lahan untuk perkotaan terbatas di wilayah pesisir meskipun tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan reklamasi kawasan pantai.

baca juga :