Cara Baru Tanamkan Budi Pekerti Lewat Gerakan Literasi Sekolah

Cara Baru Tanamkan Budi Pekerti Lewat Gerakan Literasi Sekolah

Cara Baru Tanamkan Budi Pekerti Lewat Gerakan Literasi Sekolah

Cara Baru Tanamkan Budi Pekerti Lewat Gerakan Literasi Sekolah
Cara Baru Tanamkan Budi Pekerti Lewat Gerakan Literasi Sekolah

Rendahnya kompetensi peserta didik dalam keterampilan membaca membuktikan bahwa ada

yang belum tepat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. Enggan membaca menunjukkan proses pendidikan belum mengembangkan potensi minat baca peserta didik.

Praktik pendidikan yang dilaksanakan sekolah selama ini juga memperlihatkan hasil yang belum optimal. Karena itu, untuk mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

“GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Tujuannya untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pendidikan dan warganya mampu memenuhi perannya di era teknologi informasi,” kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Hilmar Farid di ajang ASEAN Literary Festival (ALF) ke-4, Minggu (6/8).

Program literasi sekolah diperkuat dengan gerakan penumbuhan budi pekerti sesuai Peraturan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Salah satunya dengan kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjadikan peserta didik mempunyai kebiasaan membaca dan berikutnya terampil membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik,” ungkapnya.

Materi baca berisi nilai-nilau budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global.

Terobosan ini akan lebih baik jika diterapkan oleh pemerintah daerah dengan melibatkan orang tua dan masyarakat.

“Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh sehingga melibatkan publik di mana sekolah yang menyenangkan dan ramah anak dengan menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu, dan cinta pengetahuan, serta berkontribusi dengan lingkungan sosialnya,” tegas Hilmar.

 

Sumber :

http://www.thebaynet.com/profile/ojelhtcmandiri