Bentuk Tes

Bentuk Tes

Bentuk Tes

Bentuk Tes
Bentuk Tes

Untuk melaksanakan evaluasi hasil mengajar dan belajar

seorang guru dapat menggunakan dua mecam tes, yakni tes yang telah distandarkan (standardized test) dan tes buatan guru sendiri (teacher-made test). Achievement test yang biasa dilakukan oleh guru dapat dibagi menjadi dua golongan, yakni tes lisan (oral tes) dan tes tertulis (writen tes). Tes tertulis dapat dibagi atas tes essay dan tes objektif atau disebut juga short-answer test (Ngalim Purwanto, 2006).

 

Tes Lisan

Tes lisan merupakan sekumpulan item pertanyaan atau pernyataan yang disusun secara terencana, diberikan oleh seorang guru kepada para siswanya tanpa melalui media tulis. Pada kondisi tertentu, seperti jumlah siswa kecil (kelompok siswa yang praktek laboratorium) atau sebagian siswa yang memerlukan tes remidi, maka tes lisan dapat digunakan secara efektif. Tes lisan ini sebaiknya berfungsi sebagai  tes pelengkap, setelah tes utama dalam bentuk tertulis dilakukan (Sukardi, 2008).

Tes Essay

Secara ontology tes esai adalah salah satu bentuk tes tertulis, yang susunannya terdiri atas item-item pertanyaan yang masing-masing mengandung permasalahan dan menuntut jawaaban siswa melui uraian-urain kata yang merefleksikan kemampuan berfikir siswa (Sukardi, 2008).

Menurut Sukardi (2008: 96)

untuk meningkatkan mutu pertanyaan esai sebagai alat pengukur hasil belajar yang komplek, memerlukan dua hal penting yang perlu diperhatikan oleh para evaluator. Kedua hal penting tersebut, yaitu: (a) bagaimana mengkonstruksi pertanyaan esai yang mengukur perilaku yang direncanakan, dan (b) bagaiman menskor jawaban  yang diperoleh dari siswa. Berikut adalah cara-cara dalam menyusun tes esai yang dimaksud.

  1. Para guru hendaknya memfokuskan pertanyaan esai pada materi pembelajaran yang tidak dapat diungkap dengan bentuk tes lain misalnya tes objektif. Ada beberapa faktor penting dalam proses belajar mengajar,yang hanya bisa diungkap oleh tes esai.
  2. Para guru hendaknya memformulasikan item pertanyaan yang mengungkap perilaku spesifik yang diperoleh dari pengalamanhasil belajar. Tes yang direncanakan oleh guru, baik tes objektif maupun tes esai perlu tetap mengukur penilaian tujuan intruksional.
  3. Item-item pertanyaan tes esai sebaiknya jelas dan tidak menimbulkan kebingungan sehingga para siswa dapat menjawab dengan tidak ragu-ragu
  4. Sertakan petunjuk waktu pengerjaan untuk setiap pertanyaan, agar para siswa dapat memperhitungkan kecepatan berfikir, menulis dan menungankan ide sesuai dengan waktu yang disediakan.
  5. Ketika mengonstruksi sejumlah pertanyaan esai, para guru hendaknya menghindari penggunaan pertanyaan pilihan. Pertanyaan pilihan biasanya terletak pada kalimat instruksi pengerjaan padaa aawal tes, misalnya “pilih empat soal dari lima pertanyaaan yang tersedia”.

Menurut Sri Esti W.D (2004: 429)

juga mengemukakan bahwa ada beberapa petunjuk atau saran untuk menyusun tes isian seperti dibawah ini:

  1. Kita hendaknya tidak mengutip kalimat atau pernyataan dalam buku teks atau buku catatan.
  2. Bagian yang kosong hendaknya hanya dapat diisi dengan satu jawaban yang benar
  3. Bagian yang dikosongkan terdiri dari satu kata kunci, atau kata pokok bukan sembarang kata
  4. Kalimat harus sederhana dan jelas sehingga lebih mudah dimengerti
  5. Bagian yang kosong ditaruh diakhir kalimat, misalnya menteri keuangan yang bertugas sekarang ialah

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/materi-contoh-soal-teks-eksplanasi/