Ayo, Ikuti Seleksi Sastrawan Berkarya ke Daerah 3T!

Ayo, Ikuti Seleksi Sastrawan Berkarya ke Daerah 3T!

Ayo, Ikuti Seleksi Sastrawan Berkarya ke Daerah 3T!

Ayo, Ikuti Seleksi Sastrawan Berkarya ke Daerah 3T!
Ayo, Ikuti Seleksi Sastrawan Berkarya ke Daerah 3T!

Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan

Pengembangan dan Pembinaan Bahasa membuka seleksi Pengiriman Sastrawan Berkarya ke Wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 Maret 2018 hingga 17 Maret 2018. Sastrawan yang ingin mengikuti seleksi wajib mendaftar dan mengirim dokumen penilaian secara daring ke alamat posel layanan.bahasa@kemdikbud.go.id dengan subjek “Pendaftaran Sastrawan Berkarya”.

Sastrawan wajib melengkapi dokumen penilaian dengan formulir pendaftaran

yang dapat diunduh di laman http://badanbahasa.kemdikbud.go.id , serta portofolio berupa daftar karya sastra yang telah diterbitkan dan biografi singkat. Sastrawan mengirimkan bukti karya berupa buku dan karya sastra yang diterbitkan di media massa cetak.

Seleksi akan dilakukan oleh kurator berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 26 Maret 2018. Kemudian para sastrawan akan menjalani residensi di wilayah 3T selama 20 hari, yakni pada April dan Mei 2018. Ada enam lokasi pengiriman Sastrawan Berkarya, yakni Kepulauan Meranti, Riau; Nias, Sumatra Utara; Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah; Kepulauan Konawe, Sulawesi Tenggara; Pulau Buru, Maluku; dan Seram Bagian Barat, Maluku.

Program Pengiriman Sastrawan Berkarya ke Wilayah 3T ini dilaksanakan

dalam rangka mendorong perwujudan komitmen pemerintah yang tertuang dalam Nawacita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Program ini juga menjadi salah satu perwujudan dari Nawacita ke-9, yakni memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Selama menjalani residensi 20 hari di daerah 3T, para sastrawan akan menghasilkan karya jurnalisme sastrawi berupa esai, feature, atau cerita perjalanan, yang berbasis pemahaman lintas budaya dan lintas generasi. Karya tersebut diharapkan bisa menggali dan menyajikan potensi dan kondisi serta kearifan lokal daerah 3T sebagai praktik teladan bagi bangsa Indonesia serta untuk menyediakan bahan literasi bagi siswa SMP dan SMA. (Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://ejournal.upi.edu/index.php/WapFi/comment/view/15816/0/115984