Ayam Doyan Pupuk
tokomodemku Posted on 6:45 pm

Ayam Doyan Pupuk

Ayam Doyan Pupuk

Ayam Doyan Pupuk
Ayam Doyan Pupuk

Jon Koplo adalah remaja ibu kota yang cerdas, otaknya encer, nilai rapornya bagus dan bahasa Inggris-nya cas cis cus. Namun, siapa sangka kalau sepandai-pandainya Jon Koplo ternyata masih lebih “pinter” kakeknya, Mbah Tom Gembus, wong ndesa yang tinggal di Pracimantoro, Wonogiri.

Ceritanya, liburan kemarin Koplo ke rumah kakeknya. Meski terbiasa dengan kehidupan kota, di rumah sang kakek Koplo tetap harus menyesuaikan diri. Suatu hari, Mbah Gembus mau jagong sekaligus nginep di tempat saudara. Sebelum berangkat ia berpesan kepada Jon Koplo untuk memberikan pakan anak-anak ayam yang ia pelihara.

“Kakek pulang besok ya, Plo. Nanti ayamnya dikasih pakan beras merah di atas kandang,” pesan Mbah Gembus.

“Beres, Mbah,” sahut Koplo.

Nah, saat jadwal memberi pakan tiba, Koplo langsung menuju kandang ayam. ternyata di sana ada dua bungkusan. Koplo mengambil sebuah bungkusan berisi bubuk berwarna kemerah-merahan. Ia menduga itu adalah beras merah yang ditumbuk halus. Dengan PD-nya Koplo langsung menaruh bubuk tersebut ke wadah pakan di dalam kandang.

Esok harinya, dunia seperti kiamat bagi Jon Koplo. Alamat ia bakal dimarahi habis-habisan oleh sang kakek karena anak-anak ayam milik kakeknya mati semua. Usut punya usut, ternyata Koplo salah mengambil bungkusan. Yang diambil Koplo bukan bungkusan berisi beras merah, melainkan pupuk urea merah.

Lantas siapa yang salah? Mbah Gembus yang sembarangan menaruh bungkusan, atau Koplo yang tidak bisa membedakan mana pakan dan mana pupuk?

Baca Juga :