tokomodemku Posted on 7:36 pm

Aliran Asy’ariyah

Aliran Asy’ariyah

Aliran asy’ariyah adalah suatu aliran yang muncul, sebagai reaksi terhadap ajaran-ajaran sesat dari aliran theology islam yang telah ada. Aliran ini disebut aliran Asy’ariyah karena diambil dari nama imamnya yaitu syekh Abu Ali Asy’ari.
Pada mulanya Abu Asyari adalah seorang pengikut aliran mutajilah tapi ia kahirnya keluar dari aliran tersebut karena dirasakan dalam pandangan aliran mutajilah banyak terdapat kesalahan besar. Banyak yang bertentangan dengan I’tiqad dan kepercayaan nabi Muhammad SAW. Sebagaimana I’tiqad yang tercantum dalam al-Qur;an dan al-Hadits. Oleh karrena itu, maka Asyari dikatakan sebagai pendiri Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Disamping tokoh yang lain yaitu syeikh Abu Mansur Al-Maturidi, adapun sebab lain  yang mengakibatkan Asyari keluar dari aliran mutajilah adalah karena percakapan yang dialami kaum muslimin dengan firqoh-firqohnya yang sesat. Dalam hal ini Asyari mengkhawatirkan ur’an dan Hadits akan menjadi korban dari sikap golongan yang tidak bertanggung jawab (nasionalis dan tekstualis). Oleh karena itu Asyari kemudian mengambil jalan tengah dengan suatu kecenderungan kembali kepada Qur’an dan Hadits, Nabi Muhammada dan para sahabat-sahabatnya.
Pandangan teologis Asyari meliputi maslaah iman, akal dan wujud Tuhan, zat dan sifat Tuhan, kalamullah (al-Qur’an), arah dan ru’ayah, kekuatan dan keadilan, serta qadla dan qadar Tuhan.

b. Aliran al-Maturidiya

Seorang teolog islam dalam golongan Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang telah banyak menyumbangkan pikirannya yakni, Abu Mansur Muhammad Ibnu Muhammad al-Maturidi. Beliau dilahirkan di Samarkan yang hidup pada abad kesembilan masehi. Abu Mansur telah menciptkan aliran tersendiri yang disebut Al-Mturidiah.
Al-Maturidiah sebagai salah satu paham dalam Ahlu Sunnah Wal Jamaah dalam beberapa segi memiliki persamaan dengan Asy’ariyah. Walaupun demikian dalam sisi lain antara keduanya memiliki perbedaan.
Dalam aliran al-Maturidiah peranan akal memiliki
sumber :