7 Amal Ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum’at

7 Amal Ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum'at

7 Amal Ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum’at

7 Amal Ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum'at
7 Amal Ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum’at

 

Berikut ini adalah amal ibadah yang sangat dianjurkan di hari jum’at :

1. Disunnahkan pada shalat Shubuh di hari Jum’at imam membaca surat al-Sajdah al-Insan secara sempurna

Hal ini sebagaimana yang telah dikerjakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, karenanya jangan memotong sebagiannya seperti yang banyak dilakukan oleh para imam shalat.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallah ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jum’at: Aliif Laam Miim Tanziil (Surat al-Sajdah) pada rakaat pertama dan pada rakaat kedua membaca Surat al-Insan.” (HR. Bukhari dan Muslim serta yang lainnya)

2. Disunnahkan memperbanyak membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum’at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku.”

Para shahabat berkata: “Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi.” (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih)

Baca Juga: Rukun Islam

3. Disunnahkan membaca surat al-Kahfi

pada hari Jum’at berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan untuknya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ al-Shaghir, no. 736)

4. Melaksanakan shalat Jum’at bagi laki-laki muslim

merdeka, mukallaf, dan tinggal di negerinya. Atas mereka shalat Jum’at hukumnya wajib. Sementara bagi budak, wanita, anak kecil dan musafir, maka shalat Jum’at tidak wajib atas mereka. Namun, jika mereka menghadirinya, maka tidak apa-apa dan sudah gugur kewajiban Dzuhurnya. Dan kewajiban menghadiri shalat Jum’at menjadi gugur disebabkan beberapa sebab, di antaranya sakit dan rasa takut. (Lihat: Syarh al-Mumti’: 5/7-24)

5. Mandi besar pada hari Jum’at

juga termasuk tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, “Apabila salah seorang kalian berangkat shalat Jum’at hendaklah dia mandi.” (HR. Muslim)

6. Memakai minyak wangi, bersiwak, dan mengenakan pakaian terbagusnya

merupakan adab menghadiri shalat Jum’at yang kudu diperhatikan oleh seorang muslim. Dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapa mandi pada hari Jum’at, lalu memakai pakaiannya (yang bagus) dan memakai wewangian, jika punya. Kemudian berjalan menuju shalat Jum’at dengan tenang, tidak menggeser seseorang dan tidak menyakitinya, lalu melaksanakan shalat semampunya, kemudian menunggu hingga imam beranjak keluar, maka akan diampuni dosanya di antara dua Jum’at.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya dan dishahihkan Ibnu Khuzaimah)

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Mandi hari Jum’at itu wajib bagi setiap orang yang bermimpi. Begitu pula dengan bersiwak dan memakai wewangian jika mampu melaksanaknnya (jika ada).” (Muttafaq ‘alaih; al-Bukhari dan Muslim)

7. Disunnahkan berangkat lebih pagi (lebih awal)

saat menghadiri shalat Jum’at. Sunnah ini hamper-hampir saja mati dan tidak pernah terlihat lagi.

“Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Muttafaq ‘alaih)

dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila hari Jum’at tiba, pada pintu-pintu masjid terdapat para Malaikat yang mencatat urutan orang datang, yang pertama dicatat pertama. Jika imam duduk, merekapun menutup buku catatan, dan ikut mendengarkan khutbah.” (HR. Bukhari dan Muslim)