13 Referensi Rantai Masakan Di Hutan,  Dan Penjelasannya

13 Referensi Rantai Masakan Di Hutan,  Dan Penjelasannya

13 Referensi Rantai Masakan Di Hutan,  Dan Penjelasannya

13 Referensi Rantai Masakan Di Hutan,  Dan Penjelasannya
13 Referensi Rantai Masakan Di Hutan,  Dan Penjelasannya

Hutan termasuk ekosistem alami. Karena itu, tak heran bila keanekaragaman hayati yang terkandung dalam ekosistem ini sangat tinggi. Jadi, ketika kita membahas rantai kuliner di hutan, kita akan menemukan banyak tumpuan sebagai interaksi antara komponen ekosistem biotik di dalamnya. Nah, di artikel ini kita akan membahas wacana beberapa tumpuan rantai kuliner di hutan lengkap dengan gambar. Tolong didengarkan!

Rantai Makanan di Hutan

Sebelum membahas beberapa tumpuan rantai kuliner di hutan, mari kita tinjau apa yang dimaksud dengan rantai makanan.

tak heran bila keanekaragaman hayati yang terkandung dalam ekosistem ini sangat tinggi 13 Contoh Rantai Makanan di Hutan,  dan Penjelasannya Rantai Makanan di Hutan.
Rantai kuliner ialah diagram alir energi yang terbentuk melalui interaksi kuliner dan dimakan antara komponen biotik dalam ekosistem. Rantai kuliner menguras energi biokimia dari satu organisme ke organisme berikutnya sesudah tingkat tingkat trofik tertentu. Dalam rantai makanan, organisme produsen (autotrof) yang sanggup menghasilkan kuliner sendiri melalui fotosintesis ialah organisme yang bertindak sebagai organisme tingkat trofik terendah.

Di ekosistem hutan, ada banyak tumpuan rantai kuliner yang berlangsung setiap hari. Berikut ialah beberapa tumpuan rantai makanan.

1. Energi matahari – rumput – kelinci – serigala – pengurai

Contoh pertama ialah rantai kuliner yang terjadi di rumput sebagai produsen. Rumput menghasilkan energi dengan melaksanakan fotosintesis melalui derma sinar matahari. Rumput yang dihasilkan rumput mengandung energi sehingga dimakan oleh kelinci. Sebagai herbivora, kelinci ini kemudian dimakan oleh serigala. Dalam kasus ini, serigala bertindak sebagai predator teratas yang akan eksklusif berafiliasi dengan organisme yang membusuk ketika kematian.

2. Energi matahari – tanaman – tikus – ular – elang – pengurai

Contoh berikut dari rantai kuliner hutan hampir serupa dengan tumpuan rantai kuliner di sawah. Awalnya, tanaman yang menghasilkan banyak sekali buah dari proses fotosintesis ini dilakukan dimakan tikus, tikus dimakan oleh ular, ular dimakan oleh elang, dan elang menjadi predator puncak. Dengan banyak sekali kondisi, elang tidak dikonsumsi oleh organisme lain sehingga sering disebut organisme tingkat trofik tertinggi.

3. Energi matahari – rumput – kambing – harimau – pengurai

Rantai kuliner hutan berikutnya terjadi ketika rumput dimakan oleh kambing liar sebagai herbivora, kambing yang dimakan harimau sebagai karnivora, dan harimau yang membusuk akan didekomposisi oleh organisme yang bersifat detritiv atau dekomposisi. Adapun keberadaan harimau sebagai organisme tingkat trofik tertinggi semakin langka, rantai kuliner dengan pola ini sangat langka.

4. Energi matahari – tanaman buah – simpanse – ular phiton – pengurai

Contoh terakhir dari rantai kuliner di hutan melibatkan ular phiton sebagai tingkat organim trofik tertinggi. Rantai kuliner ini diawali oleh tanaman buah yang menghasilkan aneka buah. Buahnya dimakan oleh simpanse atau bajing sebagai herbivora, maka bajing dan simpanse kemudian dimakan ular phiton.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html